Nasional

Abdul Manan Menjelaskan Kebenaran Indonesialeaks

Abdul Manan Menjelaskan Kebenaran Indonesialeaks

7uplagi.com – Abdul Manan Menjelaskan Kebenaran Indonesialeaks

Abdul Manan Menjelaskan Kebenaran Indonesialeaks

Abdul Manan sebagai Ketum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), menjelaskan penyelesaian masalah
oleh Indonesialeaks tidak gampang lantaran menyertakan orang nomer satu di badan Kepolisian
NKRI. Walau demikian, dia kembali menyatakan jika laporan ini valid.

“Kami tahu ini susah, ada orang nomer satu di kepolisian. Tetapi kami memiliki bukti yang
valid,” kata Abdul Manan di Kantor Sekretariat AJI Indonesia, Jalan Sigura-gura Raya, Jakarta
Selatan pada Ahad, 14 Oktober 2018.

Pelacakan Indonesialeaks bermula saat mereka memperoleh berkas dokumen perkara dugaan suap
yang menyeret pebisnis Basuki Hariman serta bekas ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis
Akbar. Lalu, setelah melalui beragam pertimbangan, tim Indonesialeaks memutuskan kalau dokumen
itu pantas ditelusuri.

“Sebab itu bentuk tim untuk memverifikasi dokumen. Apakah valid ataukah tidak. Semua diperiksa
dahulu oleh tim media dari Indonesialeaks,” kata Abdul Manan. Sesudah melakukan investigasi
yang menghabiskan waktu lama, tim Indonesialeaks lantas menginformasikan hasil penemuan itu.

“Setelah semua orang yang dimaksud disana disebut maka kami baru mempublikasikan ini. Kami
benar-benar waspada,” kata Abdul Manan. Dia juga menolak bila dikatakan penemuan ini ada unsur
kepentingan politik.

AJI memohon kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) supaya selalu menindaklanjuti penemuan
Indonesialeaks ini, dan menyarankan pemerintah untuk memberi dukungan. “Sebab ini ujian untuk
KPK dan pemerintah dalam memberantas masalah korupsi,” kata Abdul Manan.

Indonesialeaks belakangan ini menurunkan laporan yang menyinggung buku merah milik orang dekat
pebisnis impor daging sapi Basuki Hariman. Buku bank bersampul merah atas nama Serang untuk
Noor IR diduga dirusak oleh dua perwira aktif Polri yang sempat menjadi penyidik KPK,
Komisaris Besar Roland dan Komisaris Harun. Beberapa nama ini membantah turut serta perusakan
buku merah itu.

Berdasar pada penemuan Indonesialeaks, buku itu adalah salah satu tanda bukti perkara korupsi
yang menjerat bos CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman serta anak buahnya Ng Fenny. Ke dua
penyidik merobek 15 lembar catatan transaksi dalam buku itu. Keduanya diduga membubuhkan tip
ex untuk meniadakan beberapa nama penerima uang dari perusahaan Basuki Hariman. Hal tersebut
terekam dalam CCTV di Ruang Kolaborasi lantai 9 Gedung KPK pada 7 April 2017.

Comments
To Top