Antisipasi Bentrokan Susulan, Polisi Turunkan Satu Pleton Personel

Nasional

Antisipasi Bentrokan Susulan, Polisi Turunkan Satu Pleton Personel

[ad_1]

7uplagi.com – Kepolisian Resor Kampar mengerahkan satu peleton personel gabungan di area perkebunan sawit Koperasi Unit Desa (KUD) Iyo Basamo, Desa Terantang, guna mengantisipasi bentrok susulan.

“Kami telah mengerahkan satu peleton polisi gabungan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan setelah kerusuhan kemarin (Sabtu, 23/4),” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Minggu (24/04/2016).

Ia mengatakan bahwa kondisi terakhir di Dusun IV Tepi Muara, Desa Terantang, Kecamatan Tambang, relatif sangat kondusif.

“Masyarakat setempat juga tidak diungsikan pascapersitiwa itu,” katanya.

Pada hari Senin (25/4), kata dia, Kapolres Kampar AKBP Ery Apriono akan melakukan mediasi ke kedua kubu yang bertikai yang berujung pada pembakaran sejumlah aset KUD, Sabtu (23/4) malam.

Saat ini, Polres Kampar masih fokus menyelidiki aksi kericuhan yang melibatkan masyarakat Desa Terantang, Kecamatan Tambang dengan pengelola KUD Iyo Basamo.

Humas Polres Kampar Iptu Deny Yusra menjelaskan bahwa peristiwa pembakaran gedung KUD Iyo Basamo di Dusun IV Tepi Muara selain menghanguskan satu bangunan KUD, massa juga merusak dan membakar tiga barak pekerja kebun sawit.

Ketiga barak yang dibakar, kata dia, berukuran relatif cukup besar yang masing-masing terdiri atas tujuh pintu.

“Barak dan KUD yang dibakar massa adalah semipermanen. Selain itu, pada kejadian itu turut menghanguskan mesin genset,” katanya.

Menurut Deny, peristiwa pembakaran itu berawal saat 200-an orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Terantang mendatangi KUD Iyo Basamo.

Kedatangan massa itu diduga karena adanya informasi yang mereka terima terkait dengan adanya pemanenan buah sawit oleh kelompok tani KUD.

Mereka beranggapan bahwa kepengurusan KUD Iyo Basamo pimpinan Hermayalis tidak lagi sah karena tertanggal 11 April 2016 diganti oleh Hendrijal.

Pada saat kejadian, massa mendengar bahwa Hermayalis melakukan pemanenan dengan mendatangkan 30-an orang dari luar Provinsi Riau untuk menjadi tenaga pengaman.

Mendengar kabar tersebut, kata Iptu Deny, massa spontan marah dan langsung meringsek masuk ke dalam area perkebunan.

Aksi massa sempat dihadang oleh puluhan orang pengaman yang didatangkan Hermayalis. Namun, akibat kalah jumlah, massa berhasil memasuki area perkebunan.

Selanjutnya, aksi ratusan orang makin tidak terbendung ketika mereka melihat adanya penimbunan buah sawit yang menurut mereka hal itu ilegal dilakukan hingga berakibat pada pembakaran sejumlah bangunan.

Dalam peristiwa itu, kata Deny, Polres Kampar mengerahkan ratusan personel Dalmas. Aksi massa sendiri, kata dia, berhasil diredam pada Sabtu tengah malam.

Ia mengatakan bahwa kejadian itu tidak ada korban jiwa.

Dari informasi yang dirangkum, koperasi bergerak bidang kebun sawit tersebut memiliki luas perkebunan 420 hektare. Kebun itu dimiliki oleh 800 anggota koperasi.

[ad_2]

Komentar
To Top