Berjutaan Pekerja Dirugikan Sebab Boikot Minyak Sawit di Uni Eropa

Bisnis

Berjutaan Pekerja Dirugikan Sebab Boikot Minyak Sawit di Uni Eropa

Berjutaan Pekerja Dirugikan Sebab Boikot Minyak Sawit di Uni Eropa
Berjutaan Pekerja Dirugikan Sebab Boikot Minyak Sawit di Uni Eropa

7uplagi.com – Uni Eropa mengklasifikasikan minyak kelapa sawit menjadi komoditas tidak berkepanjangan serta beresiko tinggi mengakibatkan kerusakan lingkungan melalui. Hal tersebut ditekankan melalui European Union’s Delegation Act.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla memandang, lumrah Pemerintah Indonesia protes aksi UE itu. Karena, tersangkut hajat hidup banyak orang.

“Jika itu dipaksakan, tidak dapat sawit itu dikurangi,” kata JK di Kemayoran, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019.

Menurut Wakil presiden, bila kelapa sawit mendapatkan boikot akan begitu merugikan banyak pekerja di bidang itu. Hal tersebut, katanya, kelak dapat menyusahkan perekonomian di tingkat bawah.

“Sebab jika sawit diboikot, maka merugikan sedikitnya 15 juta beberapa pekerja. Jadi, mereka daya belinya turun,” tutur JK.

Karenanya, menurut dia, hal tersebut akan mengganggu serta merugikan perekonomian Eropa juga. Sebab, ketakmampuan untuk beli produk-produk dari Eropa.

“Ekonomi kita dapat rusak, jadi kita tidak beli barang Eropa. Dapat berlangsung itu,” tutur sang Wakil presiden.

Awal mulanya, Menteri Koordinator Bagian Perekonomian, Darmin Nasution memandang, aksi ini adalah bentuk diskriminatif dari pihak Uni Eropa, pada komoditas kelapa sawit. Hingga, tidak tutup peluang buat pemerintah untuk membawa masalah ini ke World Trade Organization (WTO).

“Ini jelas, aksi diskriminatif. Jadi, kita akan bawa serta ke WTO untuk tahu apa ini fair atau cuma adalah bentuk protectionism yang dilindungi dengan tuduhan serta dakwaan beberapa macam,” kata Darmin.

To Top