BNI Menyebutkan Kehadiran Gojek Bisa Mempengaruhi Harga Rumah

Bisnis

BNI Menyebutkan Kehadiran Gojek Bisa Mempengaruhi Harga Rumah

BNI Menyebutkan Kehadiran Gojek Bisa Mempengaruhi Harga Rumah

7uplagi.com – BNI Menyebutkan Kehadiran Gojek Bisa Mempengaruhi Harga Rumah

BNI Menyebutkan Kehadiran Gojek Bisa Mempengaruhi Harga Rumah

PT Bank Negara Indonesia Tbk, atau BNI memperkirkan, harga rumah di hari esok tidak lagi akan di pengaruhi oleh tempatnya yang dekat dengan akses ke beberapa sumber. Contohnya ke pasar, tempat makan, sampai transportasi. Itu dikarenakan, tehnologi digital yang diserap oleh beberapa industri, contohnya Gojek, dapat mereduksi jarak akses itu.

Deputy General Manager IT Bagian Peningkatan Bank BNI, Muhammad Faisal Jazuli menjelaskan, kelahiran Gojek di Indonesia, adalah revolusi usaha besar yang berlangsung di Tanah Air.

Bahkan juga, dikatakannya, dapat membuat budaya sendiri buat penduduk dalam soal lakukan beberapa kegiatan ekonomi serta sosial.

Ia memberikan contoh, dalam soal pembelian rumah itu contohnya, dengan hadirnya Gojek, penduduk yang akan datang tidak lagi akan pikirkan pembelian rumah yang ia kehendaki apa dekat dengan beberapa sumber kebutuhannya atau keringanan aksesnya ataukah tidak.

“Perumpamaannya, dahulu jika kita mencari rumah kan selalu pikirkan akses, bagaimana kita bisa akses service pasar, mencari suatu mudah, dekat dengan sumber,” tuturnya di Gedung Kementerian Koordinator Bagian Perekonomian, Jakarta, Rabu 27 Februari 2019.

“Karenanya ada Gojek serta pasar online itu, sebenarnya salah satunya nilai itu berubah jadi tidak ada rumor lagi kita beli rumah dekat pasar, sebab karenanya ada Gojek kita dapat pesen apa serta dimana-mana. Gojek satu revolusi, merubah bukan sekedar finansial, tapi budaya. Karenanya ada Gojek, beberapa tahun ke depan akan pengaruhi harga rumah,” tegasnya.

Karenanya, ia menyatakan, menjadi industri layanan keuangan konvensional, diakuinya jika perubahan tehnologi akan makin membuat perubahan perbankan yang akan datang akan makin redup, bila tidak lakukan kerja sama juga dengan industri-industri seperti Gojek tersebut yang pada intinya termasuk juga fintech payment.

“Jadi, itu fintech dapat tumbuh serta di terima penduduk, sebab ia tumbuh dari use kasus. Jika budaya telah di-accept penduduk, bermakna fintech sukses create pasar baru. Jadi, produk itu awal mulanya (dibuat) dari perusahaan, saat ini dari konsumen. Ia (Gojek) konsumen centric,” katanya.

To Top