Bupati Pakpak Bharat Ditahan KPK Setelah Jadi Tersangka

News

Bupati Pakpak Bharat Ditahan KPK Setelah Jadi Tersangka

Bupati Pakpak Bharat Ditahan KPK Setelah Jadi Tersangka

7uplagi.com – Bupati Pakpak Bharat Ditahan KPK Setelah Jadi Tersangka

Bupati Pakpak Bharat Ditahan KPK Setelah Jadi Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meredam Bupati Pakpak Bharat Sumatera Utara, Remigo Yolanda Berutu, Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali dan pihak swasta Hendriko Sembiring. Ketiganya ditahan selesai diputuskan menjadi terduga masalah pendapat suap berkaitan pengurusan beberapa project di Kabupaten Pakpak Bharat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ke-3 terduga tersebut ditahan di dalam rumah tahanan (rutan) yang berlainan. KPK meredam Bupati Remigo dan dua tersangkanya saat 20 hari kedepan semenjak hari ini.

“RYB (Remigo Yolanda Berutu) ditahan di Rutan KPK Kavling C1, DAK (David Anderson Karosekali) ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur dan HSE (Hendriko Sembiring) di Rutan K4 belakang Gedung Merah Putih KPK,” jelas Febri Diansyah saat di konfirmasi, Senin (19/11).

Awal mulanya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil keputusan Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolanda Berutu menjadi terduga. Ia disangka terima suap berkaitan proyek-proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Biaya 2018.

Tidak hanya Remigo, KPK ikut mengambil keputusan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali, dan seorang pihak swasta Hendriko Sembiring menjadi terduga dalam masalah ini. Remigo disangka terima Rp 550 juta yang dikasihkan pada 16 November 2018 sebesar Rp 150 juta dan pada 17 November 2018 sebesar Rp 400 juta.

“Uang tersebut disangka dingunakan untuk kepentingan pribadi Bupati, termasuk juga untuk mengamankan masalah yang menyertakan istri Bupati yang saat ini sedang diatasi penegak hukum di Medan,” tutur Ketua KPk Agus Rahardjo di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Minggu 18 November 2018.

Dari jumlahnya tersebut, pemberian Rp 150 juta dari David Anderson pada Remigo berkaitan dengan fee penerapan proyek-proyek di lingkunga Kabupaten Pakpak Bharat yang disangka datang dari partner yang sedang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.

“Disangka RYB memberikan instruksi pada beberapa kepala dinas untuk mengamankan semua penyediaan project pada dinas semasing,” papar Agus.

Remigo ikut terima pemberian lainnya berkaitan project di Pemkab Pakpak Bharat melalui beberapa penghubung dan orang dekatnya yang bekerja untuk menghimpun dana.

Komentar
To Top