Kiper Indonesia Choirul Huda Meninggal Saat Bermain

Kabar Duka

Kiper Indonesia Choirul Huda Meninggal Saat Bermain

Kiper Indonesia Choirul Huda Meninggal Saat Bermain

Seorang penjaga gawang divisi top Indonesia meninggal saat bertabrakan dengan rekan setim-nya saat pertandingan laga.

Choirul Huda, 38 tahun, dilarikan ke rumah sakit pada hari Minggu namun dinyatakan telah meninggal segera setelah tiba, kata dokter.

Dalam pernyataan yang dirilis oleh website klub Huda yaitu Persela FC, Dr. Yudistiro Andri Nugroho mengatakan Huda mengalami “benturan pada dada dan rahang bawahnya”.

Kecelakaan tersebut terjadi pada menit ke 43 dalam liga Go-Jek Traveloka saat bertabrakan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues.

Dr. Nugroho menambahkan analisis awal merupakan kemungkinan trauma di bagian kepala , dada dan leher.”

Dr. Nugroho yang berasal dari RS. Dr. Soegiri Lamongan di Lamongan, Jawa Timur, mengatakan tabrakannya dengan rekan atu timnya mengakibatkan Huda berhenti bernafas dan akhirnya mengalami gagal jantung”.

Dia juga menambahkan kalau tim medis sudah berusaha menyelamatkannya namun setelah berusaha selama 1 jam masih tidak ada tanda-tanda refleks kehidupan.

Pertandingan dilanjutkan, dengan Persela berhasil mengalahkan Semen Padang dengan skor 2 – 0.

 

Persela mengatakan ribuan fans kemudian menghadiri dan menyalakan lilin untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang kiper yang telah tampil lebih dari 500 liga untuk klub satu-satunya itu.

 

Huda lahir di Lamongan, Indonesia pada tanggal 2 Juni 1979 dan telah bermain untuk kampung halamannya sejak tahun 1999.  Dia telah menikah dan dikaruniai oleh 2 orang anak.

“Terima kasih atas dedikasi anda.” tertulis dalam akun instagram dari klub tersebut.

“Terima kasih atas inspirasi yang dirimu berikan terhadap Persela, Lamongan dan sepak bola Indonesia.”

‘Dia mencintai apa yang dilakukannya dan merupakan seorang legenda’

Seorang penulis berita sepak bola Indonesia, Antony Sutton bertemu Huda beberapa bulan yang lalu saat sedang meneliti sebuah buku.

“Huda bermain di tim lokal dan dia hidup berdasarkan mimpinya,” kata Sutton. “Dia hanya senang dengan apa yang dicapainya dan bahagia di kotanya.

“Dia adalah seorang legenda, a one-club man, ambisinya adalah untuk menjadi pelatih kiper di klubnya setelah ia pensiun.

 

baca juga berita bola : Portugal Harus Segera Produksi Pemain Sekaliber Ronaldo

To Top