Din Syamsudin Mundur Dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

News

Din Syamsudin Mundur Dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

Din Syamsudin Mundur Dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

7uplagi.com – Din Syamsudin Mundur Dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

Din Syamsudin Mundur Dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin mengirim surat pengunduran diri menjadi utusan khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban. Surat itu ia kirimkan pada Jumat (21/9) tempo hari langsung ke pihak Istana Kepresidenan.

“Saya telah ajukan pengunduran diri menjadi utusan spesial presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban. Barusan suratnya telah saya berikan,” kata Din di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/9).

Din membuka argumen dibalik pengunduran dirinya itu. Menurut dia, pengunduran diri ini berlangsung karena Presiden Jokowi sudah resmi jadi capres di Pemilihan presiden 2019. Sedangkan, instansi yang sempat ia memimpin yaitu, Muhammadiyah sudah akan memutus untuk berlaku netral di pemilihan presiden yang akan datang.

“Sesaat, satu, organisasi yang sempat saya memimpin, Muhammadiyah, saat ini juga masih pemimpin Muhammadiyah tingkat ranting, miliki khittah tidak ikut serta dalam politik kekuasaan. Jadi dia mesti berbentuk netral, bukan netral tidak pilih, nanti hak pilih ya kita salurkan pada saatnya nanti,” katanya.

Din mengakui belumlah berjumpa dengan Jokowi sesudah mengirim surat tersebut. Gagasannya ia akan berjumpa mantan Gubernur DKI Jakarta itu Senin (24/9) minggu kedepan.

“Telah ke Istana. Saya belumlah bertemu beliau. Mungkin baru Senin depan,” katanya.

Dia juga mengatakan selamat pada pasangan akan capres dan cawapres baik Jokowi-Ma’ruf atau Prabowo-Sandiaga yang sudah memperoleh nomer urut Pemilihan presiden 2019. Din mengharap beberapa pasangan calon dapat bertanding dengan sehat.

“Berkompetisi sehat sehat merampas kebaikan dan menjadi anak-anak bangsa kita janganlah terpecah iris. Sayang sekali agenda lima tahunan ini akan memecah iris diantara kita. Walau sebenarnya kita ingin maju,” katanya.

Din mengharap ke-2 pasangan calon dapat bertanding dengan adil. Dan menggunakan langkah yang baik dan beradab saat berkampanye.

“Itu juga butuh lakukan beberapa cara, beberapa langkah ya, yang ya yang baik, begitu juga pihak Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin menjadi petahana juga lakukan beberapa cara yang baik,” katanya.

Menurut dia, tidak bisa menghalalkan semua langkah untuk dapat memperoleh atau menjaga kekuasaan untuk memperoleh kursi pemimpin Indonesia. Perihal itu, kata mantan Ketua PP Muhammadiyah ini akan menggangu skema demokrasi Indonesia.

“Jangan sampai merampas kekuasaan ataupun menjaga kekuasaan dengan beberapa cara yang dimaksud dengan menghalalkan semua langkah. Itu akan menciptakan demokrasi kita demokrasi yang tidak memiliki moral,” katanya.

Didapati, Komisi Penentuan Umum (KPU) sudah lakukan sudah lakukan pengundia nomer urut capres-cawapres di Pemilihan presiden 2019. Akhirnya pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh nomer 01 sedangkan Prabowo-Sandi nomer 02.

To Top