Gunung Karangetang Masih Berstatus Siaga dan Warga Diimbau Terjaga

Nasional

Gunung Karangetang Masih Berstatus Siaga dan Warga Diimbau Terjaga

Gunung Karangetang Masih Berstatus Siaga dan Warga Diimbau Terjaga

7uplagi.com – Gunung Karangetang Masih Berstatus Siaga dan Warga Diimbau Terjaga

Gunung Karangetang Masih Berstatus Siaga dan Warga Diimbau Terjaga

Sesudah hampir dua minggu, guguran lava Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, telah mulai berangsur menyusut. Akan tetapi, masyarakat disuruh masih siaga serta janganlah meleng.

“Sebab, musibah tidak dapat diduga. Erupsi Gunung Karangetang terkadang hadir tidak terduga. Walau penduduk telah memandang biasa erupsi yang berlangsung sampai kini,” tutur Kepala Pos Penilaian Gunung Karangetang, Yudia Tatipang, Selasa 12 Februari 2019.

Dia menjelaskan, tidak terekam lagi terjadinya guguran, cuma ada embusan sekitar 13 kali dengan amplitudo 10-52 mm, berdurasi 29-40 detik. Selain itu, microtremor terekam dengan amplitudo 0,25 mm (menguasai 0,25 mm).

“Status gunung masih tetap level III atau Siaga. Sesudah kami awasi dengan visual tidak terlihat,” katanya.

Walau kegiatan menyusut, penduduk seputar disuruh masih siaga. Perihal ini karena kegiatan di gunung masih tetap selalu berlangsung serta dapat keluarkan lava setiap saat dalam intensitas besar ataupun kecil.

Referensi supaya penduduk serta wisatawan untuk sementara tidak mendekat. Lantas, kegiatan pendakian pun sementara disetop.

“Kami pun masih keluarkan referensi untuk masyarakat. Pada lain, penduduk serta pengunjung atau wisatawan supaya tidak mendekati, tidak lakukan pendakian serta tidak melakukan aktivitas di zona bahaya yakni radius 2,5 km. dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) serta Kawah Penting,” katanya.

Lalu, ada pula usaha evakuasi untuk masyarakat yang bertempat di radius lokasi spesifik. Misalnya seperti masyarakat di seputar Gunung Karangetang yang ada di ruang barat laut-utara dari Kawah Dua, salah satunya Kampung Niambangeng, Beba serta Batubulan. Evakuasi ke tempat aman ini untuk hindari dari intimidasi guguran lava atau awan panas guguran Gunung Karangetang.

“Dianjurkan supaya mempersiapkan masker penutup hidung serta mulut, untuk menghadapi kekuatan bahaya masalah aliran pernafasan bila berlangsung hujan abu,” katanya.

Selain itu, diimbau supaya masyarakat yang tinggal di seputar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang supaya tingkatkan kesiapsiagaan dari kekuatan intimidasi lahar hujan serta banjir bandang.

Mengenai Bupati Sitaro, Evangelian Sasingen merincikan pengungsi di shelter Ondong sejumlah 132 jiwa, pengungsi di Kampung Batubulan 42 jiwa. Lantas, pengungsi yang tinggal di dalam rumah keluarga sekitar 39 jiwa, serta pengungsi anak-anak sekolah yang tinggal di Desa Kawahang 14 jiwa.

“Total jumlahnya pengungsi 227 jiwa. Untuk pertolongan makanan buat pengungsi tidak ada masalah. Kami belumlah mengijinkan mereka untuk kembali pada kampung buat yang berada di shelter. Jika betul-betul telah aman baru diijinkan,” katanya.

To Top