Kapolri Menyebutkan Kejadian di Sampang Berhasil Ditangani

Nasional

Kapolri Menyebutkan Kejadian di Sampang Berhasil Ditangani

Kapolri Menyebutkan Kejadian di Sampang Berhasil Ditangani
Kapolri Menyebutkan Kejadian di Sampang Berhasil Ditangani

7uplagi.com – Penyelenggaraan tingkatan pencoblosan Pemilu 2019 Rabu tempo hari sudah sempat diwarnai beberapa kejadian, seperti yang berlangsung di Sampang, Madura. Kapolri Jenderal Tito Karnavian memandang itu menjadi kejadian yang tidak relevan serta sukses diatasi.

“Momen di Sampang sebab rebutan mandat saksi, sampai ada yang terluka dari saksi partai. Lalu, ada yang melarikan kotak suara di Sampang pun motifnya uang juga. Tetapi, semua dapat kita tangani,” kata Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis 18 April 2019.

Tito memperingatkan, bila ada yang terasa penyelenggaraan Pemilu tidak selaras ataukah dicurangi. Jadi ada mekanisme-mekanisme yang dapat ditempuh dengan konstitusional. Diantaranya dengan melapor ke Bawaslu atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Jika yang lakukan pelanggaran ialah peserta Pemilu jadi ada Bawaslu. Laporkan ke Bawaslu sesuai dengan tingkatan yang ada. Jika yang melanggar itu ialah panitia Pemilu, ada DKPP,” tutur Tito.

Ia mewanti-wanti supaya tidak ada yang lakukan upaya-upaya di luar ketentuan hukum itu. Bila ada, jadi Polri serta TNI tuturnya akan lakukan pengusutan dengan tegas. “Jadi saya menyarankan pada pihak mana saja, tidak untuk lakukan mobilisasi, baik rayakan kemenangan contohnya, atau mobilisasi mengenai ketidakpuasan,” kata Tito.

Awal mulanya, benturan berlangsung pada dua grup massa di dekat TPS 07 Dusun Tapaan Tengah, Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur pada Rabu, 17 April 2019. Satu orang bernama Mansur diadukan terserang luka tembak serta mesti dibawa ke rumah sakit ditempat.

Kepala Bagian Jalinan Penduduk Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, momen itu berlangsung seputar jam 09.45 WIB serta menyertakan grup Muara Cs dengan grup Widjan. Waktu itu, grup Muara Cs berjalan lakukan pemungutan mandat saksi caleg dari Partai Hanura, Farfar di beberapa TPS se Kecamatan Banyuates.

Tindakan itu mendapatkan memprotes dari pihak Farfar yang di pimpin Kepala Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Widjan. Berseteru puh pecah di tempat insiden pada dua grup massa itu. Ke-2 grup bersimpangan saling membawa senjata tajam bahkan juga ada yang membawa senjata api.

14 Comments
To Top