Kelanjutan Kasus Pelecehan Seksual yang Dialami Taylor Swift

Hiburan

Kelanjutan Kasus Pelecehan Seksual yang Dialami Taylor Swift

Kelanjutan Kasus Pelecehan Seksual yang Dialami Taylor Swift

Kelanjutan Kasus Pelecehan Seksual yang Dialami Taylor Swift

7uplagi.com – Beberapa waktu belakangan Taylor Swift seolah menghilang dari panggung dunia hiburan ataupun dunia maya. Dilaporkan, hal tersebut sengaja dilakukannya karena tengah sibuk dengan penggarapan musik baru.

Namun, dalam waktu dekat Swift dikabarkan akan segera muncul, meski bukan untuk kegiatannya sebagai musisi.

Dilansir CNN, Swift akan berbicara di pengadilan soal dugaan pelecehan seksual yang menimpanya beberapa tahun lalu.

Berita Bola : Arsenal Sukes Menjuarai Community Shield Lewat Adu Penalti

Pelantun Blank Space ini diharapkan hadir untuk bersaksi dalam kasus perdata yang diajukan seorang DJ asal Denver, David Mueller. DJ tersebut mengklaim dirinya kehilangan pekerjaan setelah Swift menuduh dia melakukan pelecehan seksual di balik panggung salah satu konsernya pada 2013.

Sementara Swift, yang saat itu masih berusia 23 tahun, mengklaim dalam sebuah tanggapan hukum atas tuntutan Mueller bahwa dia dilecehkan saat mereka berpose untuk foto bersama. Swift menyatakan bahwa bagian bawah gaunnya disingkap dan bokongnya dipegang oleh Mueller.

Baca juga : Kylie Jenner Inggin Tinggal di Desa

Lebih lanjut, Swift juga menyatakan bahwa dia memberi tahu ibu dan timnya tentang apa yang terjadi, tapi dia membantah telah mengeluhkan hal itu pada bos Mueller, seperti yang disebut dalam gugatan DJ itu.

Bos Mueller, Direktur Promosi Radio Frank Bell itulah yang kemudian memberitahu KYGO atas dugaan insiden tersebut. Karena laporan itu, pihak stasiun radio pun melakukan penyelidikan hingga akhirnya memberhentikan Mueller.

“Tidak kurang dari tujuh personel KYGO berpartisipasi dalam penyelidikan tersebut,” ujar pernyataan dari pra-persidangan Swift.

Baca juga : Diculik, Model Asal Inggris Dilelang Sebagai Budak Seks

Selain Swift, sang ibunda dan Bell diharapkan dapat bersaksi atas namanya, termasuk Lorraine Bayard de Volo, ketua dan profesor wanita dan studi gender di University of Colorado, yang menawarkan kesaksian tentang perilaku dan konsekuensi korban penyerangan dan pelecehan seksual.

Mueller pertama kali mengajukan gugatannya pada 2015. Setelah itu Swift mengajukan gugatan balasan atas dugaan pelecehan seksual. Mei lalu, seorang hakim menolak fitnah Mueller terhadap Swift. Mueller pun dikenakan sanksi karena menghancurkan perangkat elektronik yang berisi bukti dalam kasus tersebut.

Persidangan dijadwalkan akan dimulai Senin (7/8) besok, di Denver, AS

To Top