Keputusan NU Soal Kafir Jadi Nonmuslim Dinilai Menyejukkan

Nasional

Keputusan NU Soal Kafir Jadi Nonmuslim Dinilai Menyejukkan

Keputusan NU Soal Kafir Jadi Nonmuslim Dinilai Menyejukkan

7uplagi.com – Keputusan NU Soal Kafir Jadi Nonmuslim Dinilai Menyejukkan

Keputusan NU Soal Kafir Jadi Nonmuslim Dinilai Menyejukkan

Ketetapan Nahdlatul Ulama (NU) yang minta arti kafir tidak dipakai dalam pergaulan sosial di Indonesia, diterima baik oleh umat agama lain.

Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia atau PHDI Pusat, Mayjen (Purn) TNI Wisnu Bawa serta Tenaya, menjelaskan pihaknya menghargai semua ketetapan dari NU. “Kami lihat dengan berkebangsaan. Menjadi anak bangsa kami ingin menghargai satu sama lain,” kata Wisnu, selesai berjumpa Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 5 Maret 2019.

Ketetapan NU itu, menurutnya, membuat situasi jadi lebih aman. Dia memandang ketetapan itu begitu menyejukkan. “Sejuk, begitu sejuk. Pasti kami mengharap semua dapat menghargai apakah sebagai ketetapan saudara kita,” tuturnya.

Awal mulanya, sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Munas Alim Ulama serta Pertemuan Besar Nahdlatul Ulama merekomendasikan supaya Masyarakat Negara Indonesia yang nonmuslim tidak kembali dikatakan sebagai kafir. Sebab, menurut beberapa ulama, kata kafir dipandang memiliki kandungan unsur kekerasan teologis.

“Karenanya beberapa kiai menghargai tidak untuk pakai kata kafir tapi muwathinun atau masyarakat negara, dengan demikian status mereka sama dengan masyarakat negara yang lain,” kata Pimpinan Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Abdul Moqsith Ghazali, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat, Kamis, 28 Februai 2019.

Moqsith mengutarakan, pendapat melarang menyebutkan masyarakat negara nonmuslim kafir bukan untuk meniadakan arti kafir dalam Alquran ataupun hadis.

Akan tetapi, ini untuk menyarankan penduduk yang sering menyisipkan cap diskriminatif pada beberapa grup masyarakat yang beragama Islam akan tetapi berlainan opini, ataupun nonmuslim. Sebab dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, ada keterkaitan aktif dari masyarakat negara nonmuslim.

Komentar
To Top