Ketika Ahok Pasrah dan Merasa Tak Berdaya

Politik

Ketika Ahok Pasrah dan Merasa Tak Berdaya

 

Bukan Ahok namanya tidak menimbulkan sensasi, mulai dari menstafkan PNS, bersi tegang dengan DPRD untuk membersihkan mafia anggaran, mundur dari partai karena tidak menemukan kesamaan ideologi, dan masih banyak hal lagi. Banyak hal yang menakjubkan di perlihatkan dalam pemerintahan Ahok semenjak dia mulai menjadi wakil gubenur hingga official menjadi gubenur. Kebijakannya yang kontroversial dan gebrakannya langsung yang tegas, tanpa basa basi, membuat beberapa PNS kocar kacir di rumahkan, di tangkap KPK, hingga ada yang mengajurkan pensiun dini. Perubahan kinerja dari jajaran PNS DKI jakarta mulai terasa berubah pelan-pelan namun pasti masyarakat mulai menikmati hasil kerja PNS DKI. Banyak yang mengkritik arogansi, gubenur yang tidak sopan, namun lebih banyak lagi yang memuji dan mendukung. Ya, Jakarta mulai berbenah, Jakarta mulai berubah, Jakarta beralih menjadi konsep yang lebih modren, ramah, dan manusiawi, Masyarakat tidak lagi takut untuk berhadapan dengan oknum pegawai negri yang selama ini terkesan seperti bos, arogan, dan hanya mau di layani, belum lagi harus mengeluarkan uang terima kasih untuk mengurus segala surat2 administrasi.

Masyarakat Jakarta seolah2 terbuka matanya, hanya dengan serapan sedikit APBN, namun dampak yang di timbulkan mulai terasa di masyarakat, Meskipun APBD sering di tahan2 oleh DPRD dan di potong2 oleh Kemendagri, namun tidak mengurangi performa Ahok membenahi Jakarta yang kacau dan semerawut. Masyarakat selama ini terkesima dengan cara Ahok menjinakkan DPRD dan Mafia Anggaran di jajaran eksekutif, hingga permainan anggotanya dengan kontraktor abal2 unutk mencuri uang rakyat. Semuanya disikat habis tanpa babibu…

Masyarakat seolah2 di bukakan matanya, bukan hanya APBD, tetapi banyak juga dana2 dari CSR yang selama ini hilang menguap tanpa hasil sama sekali. Namun Ahok selama ini menjadi Gubenur tanpa menggunakan APBD pun.. pelayanan masyarakat mengalami peningkatan. Masyarakat mulai menikmati fasilitas-fasilitas umum yang selama ini ruwet, tidak terjangkau dan berbelit-belit. Namun sayang hal ini cuma sesaat bisa di nikmati. Karena sesaat lagi masa jabatan gubenur Ahok akan berakhir 2017. Masyarakat seolah-olah tidak rela Ahok hanya menjadi Gubenur selama satu periode. Hal itu terbukti dari antusias masyarakat yang mendukung Ahok melalui KTP untuk temanahok semakin lama semakin banyak bahkan melampaui jawara no.2 GERINDA dan tak lama lagi akan melampaui pemenang pilkada Presiden PDI-P.

Ya, Ahok memang pintar memainkan strategi untuk mengaduk2 DPRD, Jajaran PNS DKI yang bermain, Mafia Anggaran, hingga para mafia yang menduduki tanah negara. Satu persatu mereka semua di bungkam. Hingga strategi berikutnya untuk maju menjadi pilgub. Ahok terlihat sangat piawai melemparkan isu pencalonan independent. Teman ahok yang semula hanya setitik kecil di dalam peta politik mulai berubah menjadi kekuatan besar yang membuat beberapa partai politik ketar ketir bergabung untuk menumbangkan Ahok, mereka sesumbar dapat mengalahkan ahok, hal ini terlihat beberapa partai politik mulai mengumpulkan kekuatan, menjaring beberapa calon gubenur, hingga menyerang melalui black campaign. Namun bukan Ahok namanya jika tidak dapat membungkam mereka. Selama ini Ahok terlihat piawai mengolah kelemahan menjadi kekuatan. Namun saat bertemu dengan PDI-P, ketika ahok belum di pinang oleh satu partaipun, karena saat ini mungkin hanya PDI-P yang sanggup mengusung Gubenur tanpa Koalisi, juga memainkan strategi politiknya. Ahok harus menabrak tembok, segala kepiawaiannya dan kemahirannya mengolah isu politik membuatnya pasrah. Niat hati maju menjadi Gubenur melalui 2 kekuatan besar yakni Parpol PDI-P dan teman ahok akhirnya kandas. Jika saja ahok berhasil menggabungkan kekuatan parpol PDI-P dan temank ahok, bukan tidak mungkin Ahok pada akhirnya bisa menjadi calon tunggal seperti yang di alami RISMA di pilkada Surabaya.

Namun semua ini kandas, partai PDI-P seperti sengaja menarik ulur dengan mengatakan bahwa ada mekanisme Partai, sementara Ahok terbentuk di dealine pendaftaran calon independent. Banyak parpol yang bergembira, kenapa? apabila PDI-P tidak jadi mengusung Ahok, dan berbalik mengusung kader internal partai. Maka mereka akan memiliki medan pertempuran yang seimbang lagi, figur-figur politik yang baru akan di munculkan. Belum lagi pernyataan Yusril yang mengatakan bahwa KTP untuk teman ahok tidak sah, karena mereka hanya bersedia mengusung ahok, dan bukan calon wakil gubenurnya. Kumpulan KTP teman ahok yang selama ini di gadang2 bakal menjadi kekuatan besar di dalam pilkada DKI seakan2 lenyap begitu saja, Karena bisa di batalkan apabila masyarakat mengusung Ahok tapi tidak mendukung wakil gubenur bisa mencabut dukungannya. Kendaraan politik melalui jalur independent seakan-akan hancur dalam semalam ketika PDI-P tidak memberikan kepastian, dan Ahok terpaksa harus mengambil keputusan pil pahit mengikuti teman ahok demi menjaga kepercayaan masyarakat dan panitia teman ahok yang telah bersusah payah bekerja keras mengumpulkan KTP agar Ahok bisa maju melalui calon independent. Ahok pun memilih Heru sebagai calon wakil gubenurnya yang di anggap tidak mempunyai catatan hitam saat menjabat menjadi PNS DKI.

http:// photo ahok_zpsd4y8inxc.jpg

Partai Politik bergembira, calon2 gubenur dari partai politik yang lain pun tertawa… melihat Ahok kehilangan segala kekuatannya. Namun masyarakat yang sudah muak dengan janji2 politikus busuk dan Partai Partai yang selama ini memberikan janji manis berbalik menyerang rakyat saat duduk di tampuk kekuasaan membuat masyarakat berang, bukannya melemah, verifikasi ulang ktp dukungan untuk ahok dan heru serta pengumpulan KTP baru utk teman ahok semakin meningkat. Lawan politik Ahok pun mulai kocar kacir lagi, banyak yang bergerilya, ada yang menyerang FB teman ahok dengan meretas situs resmi dan web resmi temanahok.com . Tekanan – tekanan dari partai politik yang kelabakan mulai terlihat. Bahkan ormas2 yang islami mencoba mulai membuat penjaringan tandingan untuk calon gubenur yang bernuansa islami. Namun masyarakat sudah tidak bodoh. Warga sudah melihat bagaimana kinerja manusia yang bersih melayani rakyatnya, sebagaimana layaknya orang tua memberikan kasih untuk anaknya yang notabene warga jakarta dan Pemerintah DKI selaku orang tuanya.

Masyarakat akan berjuang, sebagaimana seorang anak memperjuangkan orang tuanya. Masyarakat akan melawan semua partai politik yang membodohi rakyat. Masyarakat akan bangkit untuk memilih calon gubenur yang mumpuni, tanpa harus memakan lagi janji janji manis partai politik. Saat ini Partai Politik yang katanya merupakan pilar demokrasi tak ubahnya seperti perusahaan yang mencetak tikus tikus korupsi APBN. Hal itu terbukti dari banyaknya anggota partai yang di ciduk KPK. Masyarakat tidak lagi bodoh. 2017 akan menjadi pembuktian kebangkitan politik di Indonesia, dimana masyarakat memilih langsung pemimpin mereka tanpa melalui calo ( Partai Politik). Dan kedepannya, kita akan melihat, bagaimana pemimpin yang bersih dan tulus melayani rakyatnya, akan membawa Indonesia bukan hanya sebagai macan Asia, tapi menjadi salah satu Negara Adidaya yang tidak akan kalah dengan Amerika, China, Rusia dan Uni Eropa.

 

 

To Top