KPK Bakal Menyeret Menpora Imam Nahrawi ke Pengadilan

Nasional

KPK Bakal Menyeret Menpora Imam Nahrawi ke Pengadilan

KPK Bakal Menyeret Menpora Imam Nahrawi ke Pengadilan
KPK Bakal Menyeret Menpora Imam Nahrawi ke Pengadilan

7uplagi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi pastikan akan mendatangkan Menteri Pemuda serta Berolahraga, Imam Nahrawi, dalam persidangan masalah dugaan suap dana hibah dari Kemenpora pada KONI. Apalagi Jaksa KPK sudah mengatakan demikian.

“Dalam proses penyelidikan telah kami panggil (periksa), itu berarti bila dilihat berkaitan, apalagi jika JPU telah mengemukakan pasti didatangkan di persidangan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat 5 April 2019.

KPK awal mulanya mengungkapkan nama Menpora Imam Nahrawi memang tercatat dalam catatan penerima suap dana hibah ini. Tetapi KPK butuh bukti-bukti penambahan yang terverifikasi untuk menginvestigasi selanjutnya keterkaitan Imam Nahrawi.

Jaksa penuntut KPK pula seringkali sudah mengonfirmasi masalah catatan-catatan uang suap dana hibah itu pada beberapa saksi.

“Itu kelak kita lihat di persidangan, sebab di persidangan ranah pengujian itu,” kata Febri.

Awal mulanya, di persidangan, bekas Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora, Supriyono, akui sempat seringkali diperintah oleh staf pribadi menteri Miftahul Ulum untuk mencari uang dari pihak external. Uang-uang itu dipakai untuk kepentingan menteri.

“Jika membuka bersama dengan, yang sifatnya sama menteri sempat meminta uang. Ada untuk makan, membuka puasa, itu seringkali,” kata Supriyono waktu bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 4 April 2019. Ia bersaksi untuk terdakwa Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy.

Menurut Supriyono, uang yang disuruh itu besarnya sampai beberapa puluh juta rupiah. Menurutnya, keinginan untuk memfasilitasi keperluan keuangan itu sebetulnya bukan pekerjaan serta kewajibannya. Tetapi, ia masih penuhi keinginan itu sebab adalah perintah atasan.

“Tidak termasuk juga pekerjaan saya, tetapi jika perintah pimpinan, saya kerjakan,” kata Supriyono.

Dalam persidangan, Supriyono akui sempat disuruh perihal sama oleh Deputi IV Bagian Penambahan Prestasi Berolahraga Kemenpora Mulyana. Tetapi, keinginan Mulyana supaya Supriyono mencari uang dari pihak external serta beli satu unit mobil Toyota Fortuner.

Untuk penuhi keinginan Mulyana, Supriyono mengaku terima uang dari Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy. Tetapi, Supriyono beralasan pemberian uang menjadi utang.

Komentar
To Top