KPK Kembali Memeriksa 10 Legislator Lampung Tengah

Nasional

KPK Kembali Memeriksa 10 Legislator Lampung Tengah

KPK Kembali Memeriksa 10 Legislator Lampung Tengah

7uplagi.com – KPK Kembali Memeriksa 10 Legislator Lampung Tengah

KPK Kembali Memeriksa 10 Legislator Lampung Tengah

Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menyebut 10 orang unsur pimpinan serta anggota DPRD Lampung Tengah, berkaitan masalah dugaan suap serta gratifikasi project penyediaan barang serta layanan.

Sepuluh saksi diminta keterangannya dalam pemberkasan terduga sisa Bupati Lampung Tengah, Mustafa.

“Ini hari, Selasa 12 Februari 2019, kembali dijadwalkan kontrol pada 10 orang dari unsur pimpinan serta anggota DPRD Lampung Tengah,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat pada mass media.

Febri menjelaskan, 10 orang itu yaitu anggota Komisi I DPRD Syamsudin, Ketua Komisi II Anang Hendra Setiawan, Wakil Ketua Komisi II Sopian Yusuf, Sekretaris Komisi II, Roni Ahwandi, dan enam anggota Komisi II, Febriyantoni, Sumarsono, Wahyudi, Slamet Widodo, Sukarman serta Muhlisin Ali.

“Kami berharap, beberapa saksi hadir serta menjelaskan dengan jujur apakah yang didapati berkaitan dugaan saluran dana, proses pengesahan biaya serta materi masalah lainnya yang ditanyakan penyidik,” kata Febri.

Pada Senin tempo hari, KPK sudah mengecek Riagus Ria sebagai Wakil Ketua II DPRD Lampung Tengah, Joni Hardito sebagai Wakil Ketua III DPRD Lampung Tengah, Evinitiria yang menjabat anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

Lalu, Hi Hakki serta Yulius Heri Susano sebagai anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Made Arka Putra Wijaya yang menjabat Wakil Ketua Komisi I DPRD Kab Lampung Tengah, Saenul Abidin sebagai anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Hi Singa Ersa Awangga sebagai anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Ariswanto serta Jahri Effendi sebagai anggota Komisi I DPRD Lampung Tengah.

Febri menjelaskan, pada minggu ini pihaknya memang sudah menjadwalkan kira-kira 40 legislator Lampung Tengah.

Awal mulanya, KPK kembali menangkap Mustafa menjadi terduga suap, berkaitan kesepakatan utang daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018.

Pada masalah lalu, Mustafa dijaring menjadi penerima suap serta divonis tiga tahun penjara, dan denda Rp100 juta.

Mustafa diduga terima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan rata-rata fee sebesar 10 % sampai 20 % dari nilai project.

To Top