KPK Tak Berani Tangani Kasus yang Berkaitan dengan Polri

Nasional

KPK Tak Berani Tangani Kasus yang Berkaitan dengan Polri

KPK Tak Berani Tangani Kasus yang Berkaitan dengan Polri

7uplagi.com – KPK Tak Berani Tangani Kasus yang Berkaitan dengan Polri

KPK Tak Berani Tangani Kasus yang Berkaitan dengan Polri

Koordinator Juru Bicara Koalisi Indonesia Adil Makmur, Dahnil Anzar Simanjuntak, memandang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sekarang ini tidak bernyali apabila mengatasi masalah yang diduga menyertakan kepolisian.

Walau demikian, dia mengharapkan KPK menyelidiki hingga selesai dugaan perusakan barang bukti serta aliran dana ke petinggi kepolisian seperti yang tersingkap dalam laporan Indonesialeaks.

“Dari banyak masalah korupsi, kalau libatkan pihak kepolisian maka pimpinan KPK sekarang ini
senantiasa ciut nyali,” tuturnya, Kamis, 11 Oktober 2018.

Dia bercerita sempat bersama dengan Koalisi Anti Korupsi berjumpa dengan pimpinan KPK sekarang ini untuk menyerahkan laporan dugaan gratifikasi Rp 100 juta yang dilaksanakan oleh Wakil Kepala Detasemen Khusus 88 berkaitandengan kematian tersangka teroris Siyono 2016 kemarin.

Dahnil merasa terperanjat mendengar jawaban pimpinan KPK waktu itu. “Jawaban KPK simpel ‘kalau
semisalnya polisi jangan dulu’,” katanya.

Mengacu pengalaman itu, Dahnil merasa pimpinan KPK sekarang ini dari awal kepemimpinannya
tidak bernyali mengatasi masalah yang diduga menyeret polisi.

KPK, kata Dahnil, menutupi sikapnya itu dengan beberapa kata manis. “Dibingkai dengan kata-kata ‘kita (KPK) harus
bersinergi (dengan Polri)’,” katanya.

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini mempercayai di pada tubuh KPK masih ada penyidik
yang berani, setia, serta memiliki integritas menantang korupsi. Sebabnya dia berharap masalah
yang diungkap Indonesialeaks ini bisa diusut.

“Mereka mesti melawan praktek-praktek perusakan dengan cara sistematik pada agenda
pemberantasan korupsi di Indonesia,” katanya.

Diluar itu, Dahnil menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang enggan memberi
komentar berkaitan dengan masalah ini. Jokowi justru memandang masalah itu bukan urusannya.

“Presiden senantiasa angkat tangan berkaitan dengan masalah yang menyertakan aparat hukum yang
berada dibawah dia,” katanya.

Sebelumnya, Indonesialeaks, platform investigasi bersama dengan beberapa media menyingkap
penemuan adanya perusakan buku bank bersampul merah atas nama Serang untuk Noor IR. Perusakan
diduga dilakukan dua penyidik KPK yang disebut perwira aktif Polri, Komisaris Besar Roland
Ronaldy serta Komisaris Harun.

Buku itu adalah salah satu tanda bukti masalah korupsi yang menjerat bos CV Sumber Laut
Perkasa Basuki Hariman serta anak buahnya Ng Fenny. Ke dua penyidik merobek 15 lembar catatan
transaksi dalam buku itu.

Kedua-duanya diduga membubuhkan tip ex untuk meniadakan beberapa
nama penerima uang dari perusahaan Basuki Hariman. Hal tersebut terekam dalam CCTV di ruangan
kolaborasi lantai 9 Gedung KPK pada 7 April 2017.

Salah satu nama yang tercantum di buku itu ialah Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang waktu
itu menjabat menjadi Kepala Polda Metro Jaya.

Ketua KPK Agus Rahardjo pesimistis dugaan aliran suap ke Tito bisa dibuktikan. Dia
membandingkannya dengan masalah suap bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin ke
beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Komentar
To Top