KPK Telusuri Aliran 56 Miliar Kasus Suap Bupati Lampung Selatan

News

KPK Telusuri Aliran 56 Miliar Kasus Suap Bupati Lampung Selatan

KPK Telusuri Aliran 56 Miliar Kasus Suap Bupati Lampung Selatan

7uplagi.com – KPK Telusuri Aliran 56 Miliar Kasus Suap Bupati Lampung Selatan

KPK Telusuri Aliran 56 Miliar Kasus Suap Bupati Lampung Selatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri saluran uang Rp 56 miliar berkaitan masalah pendapat suap Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan. KPK menyangka uang tersebut merupakan fee project di Dinas PUPR semenjak tahun 2016 sampai 2018.

“Sampai saat ini penyidik selalu menyisir dan mengidentifikasi pendapat fee sekitar Rp 56 Milyar dalam proyek-proyek tersebut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat di konfirmasi, Rabu (10/10).

KPK pastikan akan selalu menelusuri dan mengidentifikasi proyek-proyek yang jadi bancakan adik kandung Ketua MPR RI Zulkifli Hasan itu. Tidak cuma pada Zainudin, KPK ikut memahami saluran dari fee project yang di terima beberapa pihak lainnya.
“Perihal tersebut sisi dari pencarian, berapakah pendapat bagian terduga ZH (Zainudin Hasan) atau pihak lainnya,” katanya.

Febri mengatakan pihaknya memetakan asset Zainudin Hasan. Menurutnya, perihal ini untuk kebutuhan asset recovery, bila pendapat tersebut telah dapat dibuktikan di pengadilan sampai inkracht.

“Jadi aset-aset yang sempat dikorupsi bisa dikembalikan ke masyarakat melalui sistem keuangan negara,” katanya.

Awal mulanya, KPK mengambil keputusan empat orang menjadi terduga masalah pendapat suap project infrastruktur. Mereka adalah Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, Kadis PUPR Kabupaten Lampung Selatan Anjar Asmara, anggota DPRD Propinsi Lampung Agus Bhakti Nugraha, dan pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan.

Zainudin disangka terima fee project sebesar 10 sampai 17 % di Pemkab Lampung. Zainudin ikut disangka mengarahkan supaya semua pelaksana project di Dinas PUPR dipastikan melalui Agus Bhakti. Zainudin minta supaya Agus bekerjasama dengan Anjar Asmara tentang keinginan fee dari kontraktor.

To Top