Krisis Rohingya PBB Diminta Bawa Myanmar Bawa Myanmar ke Mahkamah Internasional

Dunia

Krisis Rohingya PBB Diminta Bawa Myanmar Bawa Myanmar ke Mahkamah Internasional

Krisis Rohingya PBB Diminta Bawa Myanmar Bawa Myanmar ke Mahkamah Internasional

7uplagi.com – Krisis Rohingya PBB Diminta Bawa Myanmar Bawa Myanmar ke Mahkamah Internasional

Krisis Rohingya PBB Diminta Bawa Myanmar Bawa Myanmar ke Mahkamah Internasional

Tidak kurang dari 131 anggota parlemen dari Asia Tenggara menekan Dewan Keamanan PBB ajukan
Myanmar ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) berkaitan dengan krisisRohingya.
Seruan diserahkan hari Jumat (24/08), satu tahun sesudah aparat keamanan Myanmar mengusir
lebih dari 700.000 masyarakat minoritas Muslim Rohingya ke negara tetangga, Bangladesh.

PBB memvisualisasikan tindakan militer Myanmar menjadi ‘jelas-jelas tindakan pembersihan
etnik’.

“Satu tahun berlalu semenjak militer Myanmar memperlancar operasi mematikan di negara sisi
Rakhine, tetapi kita tidak lihat mereka yang bertanggungjawab diadili,” kata Charles
Santiago, ketua organisasi anggota DPR ASEAN untuk permasalahan hak asasi manusia (APHR).

“Karena Myanmar jelas tidak ingin serta tidak ingin mengadakan penyelidikan, waktunya saat
ini buat penduduk internasional untuk mengambil tindakan untuk pastikan ada
pertanggungjawaban (dari krisis Rohingya),” kata Santiago, yang diketahui menjadi anggota
parlemen Malaysia ini.

Aparat keamanan Myanmar Aparat keamanan Myanmar oleh PBB dituduh lakukan pembersihan etnik
pada masyarakat Muslim Rohingya.

“Saya bersama dengan 131 anggota DPR lainnya mengatakan supaya Myanmar selekasnya
diserahkan ke Mahkamah Pidana Internasional. Mereka yang lakukan kekejaman mesti diminta
pertanggungjawaban, mereka tidak bisa dilewatkan lakukan kekejaman yang sama di waktu yang
akan datang,” kata Santiago.

Anggota APHR dari Indonesia, Eva Kusuma Sundari, mengatakan dalam mengatasi permasalahan
Rohingya, semua negara ASEAN mesti tidak pedulikan prinsip tidak mencampuri masalah dalam
negeri negara lainnya.
“Waktunya ambil langkah riil. Keadilan buat masyarakat Rohingya ialah permasalahan
kemanusiaan, tidak sebatas permasalahan regional,” kata Eva.

Rohingya Beberapa anggota parlemen ASEAN menekan PBB ajukan Myanmar ke Mahkamah Pidana
Internasional.

Ia memberikan aksi-aksi kekejaman yang berlangsung di salah satunya negara anggota ASEAN
ini mesti diolah dengan hukum. Tidak bisa ada yang pun ya impun itas.

Seruan mengajukan Myanmar ke ICC di keluarkan beberapa anggota parlemen dari lima negara,
yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina serta Timor Leste.

Walau Myanmar bukan negara yang di tandatangani pendirian ICC, jaksa dari mahkamah telah
memohon hakim supaya akan memutus jika mahkamah mempunyai kewenangan mengatasi masalah ini
karena efek dari krisis Rohingya dirasakan oleh Bangladesh, negara anggota ICC.

Dalam beberapa peluang, pemerintah serta militer Myanmar menyanggah terjadi pembersihan
etnik pada masyarakat minoritas Muslim Rohingya.

Komentar
To Top