Lagu Despacito Menaklukkan Dunia Musik

Hiburan

Lagu Despacito Menaklukkan Dunia Musik

Bagaimana musik bisa mengubah hidup manusia? Apakah menjadi pengiring saat patah hati? Atau menjadi teman saat bahagia? Kolumnis musik  Newyorker Alex Ross menulis bagaimana musik bisa digunakan sebagai siksaan.

Ia menggali sejarah penggunaan musik dalam bait-bait sejarah keagamaan saat terompet digunakan untuk mengguncang tembok-tembok Jeriko hingga penyiksaan tawanan perang di Irak. Apa yang membuat musik menjadi penting bagi peradaban dunia?

Di sini Despacito, lagu yang dinyanyikan oleh Luis Fonsi dan Daddy Yankee dari Puerto Rico menjadi anomali. Lagu ini dianggap sebagai terobosan baru. Ia besar dan dinyanyikan di banyak negara yang tidak menjadikan Spanyol sebagai bahasa utamanya.

Despacito menjadi lagu dengan lirik bahasa Spanyol yang menguasai tangga nada Billboard dunia untuk pertama kalinya sejak Macarena yang dibuat oleh Bayside Boys Mix pada 1996. Tidak hanya itu, capaian penting Despacito yang dirilis pada 2016 adalah bagaimana ia ditafsirkan sebagai perlawanan budaya.

Di Amerika Serikat, Despacito masih merajai tangga nada radio lokal. Negara yang dipimpin presiden yang membenci imigran itu, memutar lagu dengan lirik bahasa Spanyol nyaris setiap hari. Ia adalah perlawanan sekaligus perayaan terhadap keberagaman.

John Paul Brammer kolumnis Guardian menyebut bahwa kebudayaan latin yang ada di Amerika Serikat membuat Despacito mudah dikenali, ia akrab, seperti seseorang yang biasa kita temui di lingkungan kita tinggal. Maka musik ini menjadi simbol bahwa Amerika Serikat tidak dan tak akan pernah monolitik.

Ladang Uang dan Kontroversi

Despacito juga menghadirkan statistik yang mengagumkan. Menurut Universal Music, lagu ini telah diputar lebih dari 4,6 miliar kali di berbagai platform seperti YouTube, Apple Music dan Spotify. Sampai Jum’at 21 Juli 2017, Despacito telah diputar 2.701.337.451 kali di Youtube sementara di Spotify ada empat jenis lagu Despacito yaitu Despacito – Remix diputar 629.538.464 kali, Despacito yang dinyanyikan bersama Daddy Yankee diputar 567.658.138 kali, Despacito remix oleh Major Lazer diputar 8.071.889 kali, Despacito – Versi Salsa diputar 7.105.283.

Angka ini tentu sangat impresif. Seperti diketahui setiap satu kali streaming lagu di Spotify maka sang artis akan mendapatkan 0,008 dolar. Maka dengan statistik tersebut, Fonsi mendapatkan $9.698.990 hanya dari Spotify saja. JikaDespacito telah diputar sebanyak 4,6 miliar kali di berbagai platform dan setiap pemutaran diganjar ongkos yang sama seperti Spotify, maka diperkirakan Fonsi akan mendapatkan 36,8 juta dolar dari pemutaran secara online. Ini impresif karena Fonsi tak memiliki album utuh untuk lagu ini dan hanya merilis single secara online.

Tidak hanya Fonsi yang kaya raya, tetapi juga negara asalnya. Despacito juga diduga membuat industri turis di Puerto Rico meningkat. Laporan dari koran Un Nuevo Dia, pariwisata negara itu mengalami peningkatan  45 persensejak lagu itu beredar di dunia. Semua ini terjadi karena video musik Despacito. Pertama dalam lagu itu Fonsi menghadirkan nuansa pantai dan kehidupan malam Puerto Rico yang ramai dan hidup. Kedua frasa lagu Despacito yang bermakna “Ini yang kami lakuan di Puerto Rico,” membuat banyak pendengarnya merasa penasaran dengan lanskap turisme negara itu.

Seperti yang diketahui, 97 hari sejak video klip Despacito dirilis, Fonsi telah mendapatkan 1 miliar penonton. Beberapa destinasi yang dihadirkan di dalam video klip itu seperti Club La Factoría di Old San Juan dan daerah La Perla dipadati oleh turis-turis dari berbagai negara. Ini menjadi penting karena Gubernur Puerto Rico beberapa bulan sebelum Despacito dirilis menyatakan bahwa kota itu bankrut akibat utang sebesar 70 miliar dolar.

Meski mendapatkan kesuksesan secara online dan banyak diputar di berbagai radio di 45 negara, tetapi lagu ini juga memicu kontroversi. Di Malaysia, lagu ini  dilarang diputar. Pemerintah Malaysia melalui Salleh Said Keruak, menteri komunikasi dan multimedia, menyebut bahwa ia banyak menerima komplain terkait musik beraliran reggaeton beat itu. Despacito yang artiya perlahan memang memiliki makna ganda yang bisa menggaungkan kekerasan seksual atau BDSM. “Despacito tidak akan disiarkan di stasiun-stasiun milik pemerintah karena kami menerima keluhan publik. Liriknya sendiri tidak pantas untuk didengar,” kata Salleh.

Justin Bieber yang juga membuat versi remix lagu ini mendapatkan kecaman saat ia diduga menghina komunitas masyarakat Spanyol. Mei Lalu di salah satu konsernya Justin mengubah lirik lagu Despacito menjadi “I don’t know the words so I say burrito, I don’t know the words so I say Dorito,” tindakan ini dikritik dan dianggap sebagai “culture appropriation”. Berbagai situs musik mengkritik Justin dan menganggapnya sebagai artis yang tidak profesional saat merendahkan bahasa Spanyol.

Menariknya, Luis Fonsi membela Justin Bieber yang disebutnya tidak memiliki kemampuan bahasa spanyol sama sekali. “Bagian chorus itu memang susah untuk dinyanyikan bahkan bagi yang lancar berbahasa Spanyol seperti saya,” katanya. “Ia memiliki banyak lirik yang bisa memelintir lidah.”

Lagu yang Mudah Terngiang

Luis Fonsi sendiri bukan orang baru di masyarakat berbahasa Spanyol. Ia nyaris selalu ada di radio masyarakat Hispanik Amerika. Sejak muncul sebagai penyanyi pada akhir 1990an, Fonsi kerap menjadi hit-maker di masyarakat latin. Pada pertengahan 2000 misalnya ia menyanyikan dua lagu balada “Nada Es Para Siempre” (“Nothing Is Forever”) dan “Tu Amor” (“Your Love”) yang sukses diterima masyarakat latin.

Tetapi saat ia bernyanyi dalam nuansa reggaetón, fusi musik latin dengan elemen musik up beat dan hip-hop dan musik yang ramah telinga, Fonsi diterima secara global. Ini tentu berkat sentuhan raja reggaetón, Daddy Yankee, yang memang telah besar dalam genre musik ini. Ia pertama kali diterima sebagai penyanyi rap latin populer saat masuk jajaran top 40 Amerika Serikat dengan lagu Gasolina pada 2004. Lirik yang nakal, musik yang ringan, nyaris selalu membuat tubuh berjoget, menjadikan reggaetón sebagai gelombang baru musik populer dari masyarakat latin.

Ada rahasia di balik besarnya Despacito. Profesor Elizabeth Margulis, penulis bukuOn Repeat: How Music Plays the Mind, menjelaskan bahwa musik punya peran penting di otak kita. Musik yang dimainkan berulang kali membuat kita secara tak sadar meramalkan apa yang akan didengar dan rasakan setelahnya. Mendengar musik yang kita sukai bisa membuat batasan kesadaran diri dan aktifitas mendengar menjadi hilang sama sekali.

Anda memutar lagu secara berulang-ulang, kemudian merasa telah menyanyikannya, padahal hanya sekadar mendengar. Perasaan ini yang disebut Margulis sebagai “partisipasi virtual”. Hal ini memiliki kemiripan dengan mengikuti struktur naratif, seperti membaca buku atau menonton film lagi. Secara tak sadar otak kita dicuci untuk menyukai satu hal hanya karena liriknya mudah diingat, nadanya familiar, dan musiknya sederhana.

Kita Industri musik menyadari ini, mereka menggunakan pengetahuan bahwa fenomena earworms, di mana musik dengan nada sederhana, lirik repetitif, dan mudah diucapkan akan gampang diingat. Ini kemudian yang membuat Despacito sangat terkenal. Seperti bagaimana musik All About That Bass pertama diputar. Sebanyak 98-99 persen populasi pendengar akan secara tak sadar akan menyanyikan lirik lagu ini meski tanpa musik jika satu fragmen lirik diucapkan secara keras. Sebagai eksperiman coba baca lirik “All about that bass / Bout that bass / No treble” tanpa menyanyikannya, jika anda merasa aneh maka anda masuk dalam 98 persen populasi yang mudah dimanipulasi seleranya. Tapi jika anda membenci musik populer maka mungkin anda masuk dalam dua persen populasi tadi.

Pada Desember 1989, diktaktor panama Manuel Noriega diasingkan dari kekuasaannya oleh pasukan Amerika. Ia lantas mengungsi ke Panama City, saat pasukan Amerika datang mereka tak dapat memasuki daerah itu. Sebagai strategi, pasukan AS memutar musik keras-keras dari loudspeaker. Penasihat dari operasi psikologis Amerika Serikat berpendapat bahwa musik rock bisa membuat Noriega menyerah. Noriega yang menyukai musik opera mesti mendengar lagu dari Alice Cooper’s “No More Mr. Nice Guy,” dan AC/DC’s “You Shook Me All Night Long.” Musik menjadi penyiksa yang demikian hebat jika anda membenci genrenya.

To Top