Mesty Ariotedjo Sosok Dermawan Bagi Orang Miskin dan Papa di Indonesia

Indonesia Hebat

Mesty Ariotedjo Sosok Dermawan Bagi Orang Miskin dan Papa di Indonesia

Mesty Ariotedjo Sosok Dermawan Bagi Orang Miskin dan Papa di Indonesia

Kisah Kedermawanan Mesty Ariotedjo Untuk Orang Miskin dan Papa Indonesia diliput Forbes

7uplagi.com – Masih ada harapan dari Indonesia. Di tengah ketimpangan masyarakat kaya dan miskin yang main melebar, terselip kisah kedermawanan seorang putri dari Indonesia.Kisah kedermawanannya seorang pekerja medis, mengundang decak kagum dunia. Namanya bahkan dibahas media bisnis ternama dunia, Forbes. Dialah Mesty Ariotedjo.Siapa dia?

Dilansir dari Forbes, Mesty adalah seorang pekerja medis di bagian pediatrik dari sebuah rumah sakit umum nasional di Jakarta. Dibalik seragam putih, Mesty muncul dengan ide memulai sebuah yayasan yang bertujuan untuk menggalang dana untuk membantu warga Indonesia yang sangat miskin untuk membayar biaya perawatan kesehatan tahun lalu.

Ide ini tercetus setelah dia menangani enam orang warga Flores yang sedang sakit, tapi tak mampu berobat pada 2012. Flores memang termasuk wilayah Indonesia yang tertinggal dalam ekonomi dan kesehatan. Menurut lembaga nirlaba asal Inggris, SOS Children’s Villages, diperkirakan sekitar 33 persen warga Flores tak memiliki akses ke pelayanan kesehatan.

Lalu, wanita cantik ini membentuk yayasan yang membantu mereka untuk membantu beban keuangan nasional untuk kesehatan dengan melakukan penggalangan dana. Yayasannya bernama WeCare.id.

Wanita pendonor sebanyak 1.388 orang atau 70 persen dari jumlah total pendonor. Para pendonor ini merespons panggilan untuk melakukan crowdfunding dan melakukan penggalangan dana. Hasil dari crowdfunding dan penggalangan dana itu kemudian dipakai untuk membayar biaya pengobatan pasien yang dianggap paling membutuhkan akses pelayanan kesehatan.

Selanjutnya, Mesty akan memilih pasien yang layak menerima bantuan dan memberikan donor saluran yang dipercaya untuk membantu pasien. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini tiodak hanya mendirikan WeCare.id sebagai saluran donor, tapo juga menggunakan dirinya sendiri untuk membangun kepercayaan lewat platform crowdfunding. Tanpa kepercayaan, akan lebih sedikit lagi orang yang akan menyumbangkan uang.

Jadi dia berusaha keras di waktunya yang terbatas dengan tampil sebagai model iklan di televisi dan media online. “Melalui kekuatan media dan sekarang media sosial, saya menggunakan itu sebagai cara untuk mencoba mempertahankan diri saya sebagai orang yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya,” kata dia.

Saat ini, staf WeCare.id saat ini hanya ada dua orang ditambah dengan 13 relawan. Mereka berusaha untuk meningkatkan kepercayaan di mata pendonor dengan melakukan pemeriksaan terhadap pasien, termasuk mendapatkan izin dari pemerintah.

Untuk semakin membangkitkan simpati donor, pasien yang diajukan untuk mendapatkancrowdfunding cenderung perempuan atau anak-anak. Sampai saat ini, yayasan WeCare.id telah mengumpulkan dana US$70 ribu (Rp 919 juta) untuk membantu para pasien. Pasien mereka kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak.


To Top