Pejabat PUPR Mengakui Menyimpan Uangnya di Kamar Mandi

Nasional

Pejabat PUPR Mengakui Menyimpan Uangnya di Kamar Mandi

Pejabat PUPR Mengakui Menyimpan Uangnya di Kamar Mandi
Pejabat PUPR Mengakui Menyimpan Uangnya di Kamar Mandi

7uplagi.com – Kepala Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Strategis Anggiat Partunggul Nahat Simaremare akui berkali-kali terima uang dari kontraktor proyek ASPAM.

Uang dengan banyaknya miliran rupiah itu disimpan oleh Anggiat di beberapa tempat, diantaranya di kamar mandi rumahnya.

“Disimpan disana sebab almari kami kecil,” kata Anggiat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 15 April 2019.

Menurut jaksa KPK, penyimpanan uang di kamar mandi itu terungkap atas info istri Anggiat dalam berita acara pemeriksaan. Anggiat sendiri telah berstatus terduga di KPK.

Jaksa mengatakan, berdasar pada pemeriksaan penyidik KPK, waktu pemeriksaan di tempat tinggal Anggiat, di kamar mandi diketemukan 15 buku tabungan serta 11 kartu debet. Lalu, ada plastik uang berisi Rp300 juta serta 77.500 dollar Amerika Serikat.

Menurut Anggiat, beberapa uang itu datang dari kontraktor proyek SPAM. Lalu, beberapa lainnya adalah uang pribadinya.

Ketua majelis hakim sudah sempat menanyakan alasan Anggiat menaruh uang di kamar mandi. Sebab hal tersebut tidak umum. Tetapi Anggiat tidak menjawabnya.

Pada masalah ini Direktur Penting PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto, serta Direktur PT WKE Lily Sundarsih, dua Direktur PT Tashida Sejahtera Masalah (TSP) bernama Irene Irma dan Yuliana Enganita Dibyo diduga menyogok empat petinggi Kementerian PUPR.

Semasing yaitu, Anggiat Partunggul serta petinggi pembuat prinsip (PPK) proyek SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah. Lalu, Kasatker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar serta PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Menurut jaksa KPK, uang dikasihkan supaya beberapa petinggi itu tidak menyulitkan pengawasan proyek, hingga bisa membuat lancar pencairan biaya pekerjaan proyek di lingkungan Unit Kerja PSPAM Strategis serta Unit Kerja Responsif Darurat Permukiman Pusat Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR. Project itu yang ditangani oleh PT WKE serta PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP).

26 Comments
To Top