Peluru Nyasar di Gedung DPR Ternyata Dilakukan oleh Dua Orang PNS

News

Peluru Nyasar di Gedung DPR Ternyata Dilakukan oleh Dua Orang PNS

Peluru Nyasar di Gedung DPR Ternyata Dilakukan oleh Dua Orang PNS

7uplagi.com – Peluru Nyasar di Gedung DPR Ternyata Dilakukan oleh Dua Orang PNS

Peluru Nyasar di Gedung DPR Ternyata Dilakukan oleh Dua Orang PNS

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta menyebutkan dua PNS
penembak peluru nyasar ke DPR tidak mempunyai surat izin memakai senjata api.

“Dua-duanya PNS di Kemenhub,” kata Nico di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 16
Oktober 2018.

Sebab ke dua PNS itu tidak menyimpan surat izin memakai senjata api, polisi akan memeriksa
pelatih lapangan tembak Senayan. Ke dua PNS berinisial I serta R itu berlatih menembak di spot
tembak reaksi di lapangan itu saat tidak berniat melepas tembakan ke atas dan mengenai ruangan
kerja dua anggota DPR RI.

Nico menuturkan, sekarang ini polisi akan mendalami sudah berapa kali terduga pelaku melakukan
latihan di Lapangan Tembak Senayan.

Polisi, kata Nico, akan menangkap ke dua PNS Kemenhub dengan pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang
Darurat Nomor 12 tahun 1952 mengenai senjata api. Karena penembakan nyasar itu, mereka juga
terancam hukuman maksimum 20 tahun penjara.

Peluru nyasar dari Lapangan Tembak Senayan itu menembus jendela kaca di ruangan Wenny Warouw
di lantai 16 gedung serta ruangan Bambang Heri di lantai 13 pada Senin, 15 Oktober 2018. Ke
dua ruang itu berada di gedung Nusantara I DPR RI.

Polisi yang memperoleh laporan langsung datang ke tempat untuk lakukan olah tempat kejadian
perkara (TKP). Dari sana, polisi mendapati dua buah proyektil peluru kaliber 9mm yang
selanjutnya diketahui datang dari Lapangan Tembak Senayan yang berada tidak jauh dari Komplek
DPR.

Dalam tempo yang bertepatan, polisi ikut tangkap dua orang yang tengah berlatih tembak di
lapangan itu yakni I serta R. Sesudah mengecek kedua-duanya, kata Nico, bisa diyakinkan peluru
nyasar itu disebabkan kelengahan I waktu menembakkan senjata api type Glock 17 yang dia pakai
untuk berlatih.

Soalnya, lanjut Nico, sesudah menembakkan 357 dari 450 butir, I memasangkan alat bernama
Switch Customizer serta mengisi empat buah peluru di senjata apinya.

Alat tersebut membuat senjata api Glock 17 yang dia pakai jadi mode full automatic. “Pas
menembak biasa, tanpa alat itu, normal. Begitu dipasang dan menjadi full automatic, yang
bersangkutan kaget lalu naik ke atas,” papar Nico. “Saat itu yang sedang menembakkan senjata
ialah pelaku I.”

To Top