Pembebasan Lahan Masih Menjadi Masalah Utama Dalam Pembangunan Infrastruktur

Nasional

Pembebasan Lahan Masih Menjadi Masalah Utama Dalam Pembangunan Infrastruktur

7uplagi.com – Pembebasan Lahan Masih Menjadi Masalah Utama Dalam Pembangunan Infrastruktur

Pembebasan Lahan Masih Menjadi Masalah Utama Dalam Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan flyover ruas Jalan Jenderal Sudirman di Kota Ambon sampai sekarang masih tetap menjumpai masalah dalam pembangunannya. Salah satunya sebabnya ialah belumlah selesainya proses pembebasan tempat.

Anggota Komisi V DPR RI Abubakar Wasahua memandang, sulitnya pembebasan tempat adalah persoalan classic yang sering berlangsung dalam proyek infrastruktur. Menurut dia, butuh pelibatan beberapa pihak berkaitan untuk mengakhiri perihal ini.

“Kalau bicara masalah pembebasan tempat, itu sebetulnya butuh menyertakan pemerintah daerah sebab yang miliki lokasi itu pemerintah daerah. Hingga pemerintah daerah mesti turun tangan mengakhiri serta memberi ruangan pada Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat) untuk melakukan kegiatannya, apa itu infrastruktur jalanan, jembatan, serta lain sebagainya,” kata Abubakar waktu ikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Kota Ambon, Propinsi Maluku, Rabu (06/2/2019).

Legislator PPP itu memberikan, berkaitan pembebasan tempat ini memerlukan perlakuan serius dari semua pihak, terpenting pemerintah daerah. Jika proses ini telah sinkron, jadi tidak lagi ada beban yang lain, hingga pembangunan infrastruktur bisa berjalan mulus.

“Karena permasalahan tanah ini ialah beberapa masalah yang begitu mengganggu beberapa kegiatan pembangunan jalanan, jembatan serta beberapa infrastruktur lainnya,” tandas legislator dapil Sulawesi Selatan III ini.

Awal mulanya, Kepala Balai Penerapan Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku serta Maluku Utara Satrio Sugeng Prayitno menuturkan, pembangunan flyover ruas Jalan Jenderal Sudirman Ambon terhalang pembebasan tempat. Keseluruhan luas pembebasan tempat sampai 5,295,41 meter persegi, dengan keseluruhan prediksi biaya Rp 55 miliar. Dalam pembangunan flyover yang mengonsumsi biaya sebesar Rp 145 miliar ini, pihaknya telah lewat tahapan-tahapan.

Tahun 2015, jelas Sugeng, pihaknya sudah melalukan feasibility study (FS) flyover ruas Jalan Jenderal Sudirman Ambon. Lalu pada tahun 2016, sudah dikerjakan Detil Enginering Design (DED) yang lalu diteruskan pada tahun 2017 dikerjakan pengaturan Dokumen analisis efek jalan raya flyover ruas Jalan Jenderal Sudirman.

To Top