Pembeli Apartemen Meikarta Tergoda Promo Besar-besaran

Bisnis

Pembeli Apartemen Meikarta Tergoda Promo Besar-besaran

Pembeli Apartemen Meikarta Tergoda Promo Besar-besaran

7uplagi.com – Pembeli Apartemen Meikarta Tergoda Promo Besar-besaran

Pembeli Apartemen Meikarta Tergoda Promo Besar-besaran

Salah satu pembeli dari proyek Meikarta, Shinta Istiqomah, menyatakan tertarik untuk membeli
salah satu unit apartemen lantaran diiming-imingi potongan harga besar. “Saya tertarik sebab
di awalnya diberikan diskon 20-25 %,” tuturnya, Rabu, 17 Oktober 2018.

Shinta mengakui sudah mengeluarkan uang muka senilai Rp 22 juta untuk membeli satu unit
apartemen di Lokasi Meikarta, milik Lippo Grup di Cikarang. Masyarakat Cikarang, Kabupaten
Bekasi itu membeli unit apartemen berisi satu unit kamar dan dua kamar tidur dengan harga Rp
356 juta dengan model pembayaran uang keras (hard cash).

Selang beberapa saat, marak berita banyak demonstrasi mengenai pembangunan area Meikarta.
Demonstrasi itu di antaranya menuduh pembangunan proyek Meikarta tidak memiliki perizinan dari
pemerintah setempat. “Karena cemas ada permasalahan, maka dari itu saya pindah ke KPA (Kredit
Perumahan Apartemen) selama lima tahun,” tutur Shinta.

Shinta menuturkan, uang muka yang sudah dibayarkan secara otomatis masuk dalam angsuran KPA
selama lima bulan, sebab nilai angsuran Rp 3,9 juta. Akan tetapi, masuk Januari 2018, dia
mengakui tidak memperoleh surat tagihan dari bank. “Sampai saat ini pun tidak ada tagihan,
walau sebenarnya saya belum bayar,” tutur ia.

Karena merasa ada keanehan, Shinta sekarang meminta uang muka yang sudah disetorkannya kembali
utuh. Terlebih belakangan ini proyek Meikarta tersandung masalah di Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK). “Kalau terjadi masalah semacam ini, saya mohon dikembalikan,” tuturnya.

Menurut Shinta, uang sejumlah Rp 22 juta lebih baik digunakan untuk modal usaha supaya
membuahkan penghasilan kembali. “Saya tidak ingin meneruskan kembali,” papar dia.

Seperti diketahui, proyek Meikarta milik Lippo Cikarang menyeret Bupati Bekasi Neneng Hasanah
Yasin dalam masalah suap di Komisi Pemberantasan Korupsi. Neneng diduga menerima suap hingga
Rp 7 miliar dalam beberapa termin.

Tidak hanya Bupati, empat petinggi pun menjadi tersangka, di antaranya Kepala Dinas PUPR,
Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat M Banjarnahor, Kepala Dinas Penanaman Modal
Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP), Dewi Trisnowati, Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas PUPR,
Neneng Rahmi.

Sedang empat orang diduga pemberi suap yakni Direktur Operasional Lippo Grup Billy Sindoro,
Taryadi (konsultan Lippo Grup), Fitra Djaja Purnama (konsultan Lippo Grup), dan Henry Jasmen
(pegawai Lippo Group). Tanda bukti dari operasi tangkap tangan ratusan juta rupiah.

Komentar
To Top