Pemerintah Diminta Bentuk Tim Untuk Periksa SMK Semi Militer

News

Pemerintah Diminta Bentuk Tim Untuk Periksa SMK Semi Militer

Pemerintah Diminta Bentuk Tim Untuk Periksa SMK Semi Militer

7uplagi.com -Pemerintah Diminta Bentuk Tim Untuk Periksa SMK Semi Militer

Pemerintah Diminta Bentuk Tim Untuk Periksa SMK Semi Militer

Praktek kekerasan di sekolah swasta semi militer di Batam tengah jadi sorotan. Wakil Ketua Komisi X Hetifah Hetifah Sjaifudian minta pemerintah membuat tim spesial untuk mengecheck pekerjaan belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Menurut saya memerlukan pengawasan sampai dibongkar. Mesti ada tim (Kemendikbud) yang mengecheck,” kata Hetifah saat dihubungi merdeka.com, Kamis (13/9).

Di sekolah tersebut diketemukan sel tahanan untuk menghukum siswa yang membuat pelanggaran. Bahkan juga hukuman fisik sering diresmikan atas nama penertiban siswa.

Hetifah menilainya pemerintah mesti jamin anak-anak tidak jadi korban kekerasan dari pelaku pihak sekolah.

“Harusnya telah ada laporan dipantau lebih ketat adakah pergantian atau tidak. Karena anak-anak menjadi korban jika pekerjaan belajar mengajar berhenti, janganlah anak menjadi korban diupayakan ada pergantian anak tertekan,” katanya.

Di masa milenial seperti saat ini, kata Hetifah, sekolah-sekolah mesti jadi tempat yang menyenangkan buat anak. Sekolah harus juga dapat memancing anak-anak untuk gawat dan menghormati ketidaksamaan bukan justru membuat takut atau tertekan.

“Sekolah mesti dibikin menjadi satu proses yang menyenangkan bukan yang menakutkan, membuat anak cemas takut tidak akan menciptakan di masa milenial anak-anak mesti dapat mengemukakan saran. Guru-guru mesti menyesuakan berlaku menjadi rekan,” tegas Hetifah.

Hukuman dengan fisik ataupun psikis, lanjut dia, sebetulnya tidak diijinkan dalam ketentuan pendidikan di Indonesia. Untuk itu, Hetifah minta pemerintah menyapa pemilik sekolah supaya merubah alur pendidikan semi militer tersebut.

“Jika ada kekeliruan tidak bisa dikasih hukuman berbentuk fisik. Ingat loh kekerasan tidak cuma fisik kekerasan berbentuk psikis juga loh seperti membentak menjelekkkan. Contoh guru melempar spidol ke anak itui membuat karena itu tertekan,” pungkasnya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan KPPAD Kepulauan Riau (Kepri) mengutarakan ada siswa dimasukan dalam sel tahanan di SMK swasta di Batam. Hukuman itu dikasihkan dengan argumen mendisiplinkan siswa.

Menurut info Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti lama penahanan bergantung tingkat kekeliruan, bahkan juga ada siswa yang alami penahanan lebih dari sehari. Bahkan juga ada pula hukuman fisik mengatasnamakan menertibkan siswa.

“Siswa berinisial RS (17 tahun) yang disangka lakukan pelanggaran berat alami kekerasan,” tuturnya dalam launching di terima merdeka.com, Rabu (12/9).

Sekolah tersebut telah beroperasi saat lima tahun. Sekolah ini banyak dikendalikan oleh ED yang kebetulan seorang anggota kepolisian dan sekaligus juga pemilik moda.

“Ada satu orang lagi pemilik modal yang kebetulan menjabat menjadi kepala sekolah di sekolah ini. ED inilah yang disangka jadi pelaku yang memborgol dan menampar ananda RS,” katanya.

ED keseharian membina latihan fisik, baris berbaris sampai seringkali bermalam di sekolah. ED juga jadi pembina upacara. Sekolah ini memiliki asrama untuk beberapa siswa, tidak semua orang-tua siswa sepakat dengan skema asrama karena memberatkan cost.

Menurut dia, proses belajar mengajar tidak berjalan seperti harusnya karena kurang bagian jam belajar dengan guru yang lain. Siswa tidak konsentrasi belajar, tetapi konsentrasi latihan semi meliter.

Komentar
To Top