Dunia

Pemerintah Irak Membuka Ribuan Lowongan Kementerian

Pemerintah Irak Membuka Ribuan Lowongan Kementerian

7uplagi.com – Pemerintah Irak Membuka Ribuan Lowongan Kementerian

Pemerintah Irak Membuka Ribuan Lowongan Kementerian

Pemerintahan baru Irak akan memutuskan bahwa langkah yang baik untuk mengambil menteri baru
ialah membiarkan anggota masyarakat yang tertarik melamar secara online, akan tetapi apa yang
lantas terjadi benar-benar tidak mereka kira.

Orang politik yang ditunjuk menjadi perdana menteri, Adel Abdul Mahdi, menulis di Facebook
bahwa mereka yang mempunyai ketrampilan, spesialisasi dan pengalaman praktis harus mengajukan
beberapa nama mereka dalam suatu situs situs khusus pemerintah.

Harapannya yaitu kalau langkah ini akan membuahkan satu tim menteri teknokrat berkaliber
tinggi, bebas dari ketegangan politik, etnis dan sektarian yang sudah menempa negara itu
semenjak jatuhnya Saddam Hussein pada 2003. Akan bebas dari tuduhan favoritisme, korupsi serta
ketidaksanggupan.

Pemerintah menghadapi tugas berat untuk membangun kembali negeri itu sesudah empat tahun
perang melawan kelompok Negara Islam atau ISIS yang mengakibatkan beberapa puluh ribu rumah
serta usaha hancur dan lebih dari tiga juta orang terusir dari rumah-rumah mereka.

Akan tetapi respon publik pada prakarsa baru pemerintah ini luar biasa mengesankan. Saat
tenggat waktu berlalu hari Minggu (13/10) ini, sudah 36.006 orang yang mendaftarkan.

Adel Abdul Mahdi, di halaman Facebook-nya, dengan bangga memposting rinciannya yang
memperlihatkan beragamnya lamaran.

“Sekitar 97 % dari para calon, berdiri sendiri secara politis; 15% adalah wanita, dan para
calon datang dari semua propinsi Irak,” tulis perdana menteri.

Dia mengimbuhkan bahwa tidak ada portofolio menteri yang tidak mendapat pelamar. Mahdi
mengunggah statistik para pelamar di situs Facebook-nya.

Perdana menteri sebelumnya sudah mencoba juga melakukan perubahan. Dia tidak kembali menunjuk
orang politik, tetapi para pakar non-partai, menyusul protes massal pada tahun 2016 terhadap
buruknya keadaan keamanan serta pelayanan publik. tapi partai-partai dalam pemerintahan
koalisinya mendesaknya untuk membalikkannya kembali ke kondisi sebelumnya.

Kembali pada banjir pelamar kesempatan ini. Tidak semua pelamar akan diperhitungkan untuk
posisi-posisi di pemerintahan. Seperti yang disebutkan Mahdi, hanya 9.317 orang dari beberapa
puluh ribu itu yang sudah menyerahkan semua dokumen yang diisyaratkan.

Comments
To Top