Pendapat Kyai Tentang Kerusuhan Terhadap Kegiatan Sedekah Laut

News

Pendapat Kyai Tentang Kerusuhan Terhadap Kegiatan Sedekah Laut

Pendapat Kyai Tentang Kerusuhan Terhadap Kegiatan Sedekah Laut

7uplagi.com – Pendapat Kyai Tentang Kerusuhan Terhadap Kegiatan Sedekah Laut

Pendapat Kyai Tentang Kerusuhan Terhadap Kegiatan Sedekah Laut

Penduduk nelayan di Pantai Baru, Bantul, Yogyakarta, cemas. Lantaran, kegiatan sedekah laut
dirusuhi serta persiapannya dirusak oleh sekumpulan orang tak dikenal, Jumat malam, 12 Oktober
2018.

Gus Miftah, kiai sebagai figur masyarakat di pantai itu, mulai bicara. Menurutnya, mereka yang
merusak itu benar-benar belum mengerti soal agama serta tradisi yang dilakukan oleh
masyarakat.

“Kebetulan daerah itu wilayah binaan saya, besok saya selenggarakan pengajian disana,” kata
pemilik nama asli Miftah Maulana Habiburrohman, Sabtu malam, 13 Oktober 2018.

Pengasuh Pesantren Ora Aji, Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, ini memandang, mereka yang
membubarkan acara sedekah laut itu gagal paham. Walau sebenarnya, selama tujuan acara itu
merupakan nguri-uri (melestarikan) tradisi serta budaya itu tidak ada masalah. Acara itu tidak
memiliki kandungan syirik. Karena, mereka sudah diberi dakwah yang benar. Tidak ada
peribadatan di acara itu. Kalau berdoa pun berdoa pada Tuhan.

“Tapi bila sifatnya peribadatan, itu jelas salah,” katanya kala peringatan milad ke-6
Pesantren Ora Aji.

Sembari tersenyum dia menyinggung mereka yang melakukan tindak anarkis membubarkan acara
tradisi itu dia tidak setuju. Karena, ajaran Islam itu rahmatan lil alamin. Kasih sayang
diprioritaskan, bukan malah menyerang serta melakukan perbuatan anarkis.

“Islam itu penyayang, kalau bagi saya, mereka butuh kita untuk memahamkan,” kata Gus Miftah.

Dia mengatakan jika dalam berdakwah tidak bisa dengan kekerasan. Kalau tradisi adat labuhan
itu merupakan ritual beribadah, perlu diluruskan dengan baik, bukan dengan cara yang anarkis.

“Yang tujuannya untuk ritual, kita arahkan kalau ini merupakan nguri-uri budaya, kan tidak
jadi masalah. Pendekatan ke mereka tidak bisa melalui cara anarkis. Saya sangat percaya mereka
bisa diajak komunikasi, bisa menerima. Itu bukan peribadatan, tetapi nguri-uri budaya saja,”
kata pria berambut panjang ini.

Sementara, polisi sudah menangkap sembilan orang yang diduga melakukan tindakan anarkis di
area sedekah laut. Polisi masih tetap menyelidiki masalah ini. Akan tetapi belum mau
menyebutkan kelompok manakah yang melakukan tindak anarkis itu.

“Ada sembilan orang yang ditangkap, polisi masih melakukan penyidikan,” kata Kepala Kepolisian
Resor Bantul Ajun Komisaris Besar Sahat Marisi Hasibuan.

To Top