Penembakan di Las Vegas Terparah dalam 20 Tahun Terakhir

Kabar Duka

Penembakan di Las Vegas Terparah dalam 20 Tahun Terakhir

Penembakan di Las Vegas Terparah dalam 20 Tahun Terakhir

Paling tidak terdapat 59 korban meninggal dan 527 orang lainnya terluka saat konser “Country Music Festival” di Las Vegas.

Polisi telah mengumumkan nama pelaku penembakan massal yang merupakan seorang mantan akuntan 64 tahun bernama Stephen Paddock.

Tragedi ini termasuk dalam penembakan masal paling mematikan dalam sejarah modern Amerika.

 

Motif pelaku dalam tragedi pembunuhan massal ini masih terselubung misteri. Agen rahasia FBI yang bertugas di Las Vegas, Aaron Rouse.

Menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti yang mendukung bahwa sang pelaku Stephen Paddock merupakan tentara beragama Islam seperti yang diberitakan. “Kami telah memastikan, sampai titik ini, tidak ada koneksi keterlibatan dari grup teroris internasional.” kata Aaron.

Polisi menemukan 23 buah senjata laras panjang di kamar hotel pelaku dan 19 buah lainnya beserta peledak di rumahnya.

Stephen Paddock sang pelaku mulai menembak dari kamar hotelnya ddi lantai 32 Mandalay Bay Resort and Casino terhadap 30.000 orang di jalan 91 Harvest Festival.

The gunman in the mass shooting on the Las Vegas Strip on October 2, 2017, has been identified as 64-year-old Stephen Paddock, Las Vegas Sheriff Joseph Lombardo said Monday morning.

Marilou Danley, warga negara Australia yang diidentifikasi sebagai pasangan Paddock. Sebelumnya dinyatakan juga sebagai orang yang dicari oleh polisi karena hubungannya dengan sang pelaku. Namun, polisi kemudian menyatakan bahwa saat penembakan terjadi Marilou sedang di luar kota dan tidak memiliki keterlibatan atas apa yang terjadi.

Penembakan di Las Vegas Terparah dalam 20 Tahun Terakhir

baca juga berita bola : Prediksi Argentina vs Peru 06 Oktober 2017 – Kualifikasi Piala Dunia

 

Dalam pidatonya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutkan bahwa penembakan yang terjadi ini murni merupakan tindak kejahatan yang sangat tragis.

Trump juga menyampaikan belasungkawa dalam pidatonya dan direncanakan akan tiba di Las Vegas pada hari Rabu.

Seperti yang diketahui, Amerika Serikat memberikan kebebasan bagi warganya untuk memiliki senjata api, tapi melihat banyaknya kejadian akhir-akhir ini menimbulkan prasangka buruk terhadap peraturan tersebut.

Banyak yang mengatakan bahwa kebijakan untuk memiliki senjata api harus diperketat untuk mengurangi dampak terulangnya kejadian tragis ini.

 

To Top