Pengusaha Ritel Setuju Soal Kebijakan Plastik Berbayar

Bisnis

Pengusaha Ritel Setuju Soal Kebijakan Plastik Berbayar

Pengusaha Ritel Setuju Soal Kebijakan Plastik Berbayar

7uplagi.com – Pengusaha Ritel Setuju Soal Kebijakan Plastik Berbayar

Pengusaha Ritel Setuju Soal Kebijakan Plastik Berbayar

Asosiasi Entrepreneur Ritel Indonesia atau Aprindo mengatakan, siap mendukung usaha pemerintah kurangi mengkonsumsi plastik. Terutamanya kantong berbelanja plastik sekali gunakan di penduduk.

Triknya, melalui aplikasi kebijaksanaan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) dengan setahap mulai 1 Maret 2019.

Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey menjelaskan, pihaknya ikut serta dengan aktif berperan pada masalah mengkonsumsi plastik. Customer yang ingin memakai kantong plastik sekali gunakan atau kresek akan dipakai cost penambahan sebesar minimum Rp200 per lembarnya.

“Konsumen akan kita anjurkan untuk memakai tas berbelanja gunakan lagi yang disiapkan di tiap-tiap gerai ritel moderen,” tutur Roy diambil dalam info resminya, Jumat 1 Maret 2019.

Menjadi asosiasi sah yang menaungi usaha ritel di Indonesia, diakuinya mendukung salah satunya visi pemerintah pada 2025, Indonesia dapat kurangi 30 % sampah serta mengatasi sampah sebesar 70 %, termasuk juga sampah plastik.

Prinsip pengurangan kantor berbelanja plastik sekali gunakan atau kresek ini pula dikerjakan dalam rencana peringatan Hari Perduli Sampah Nasional 2019.

“Ini ialah langkah riil dari peritel moderen untuk ajak penduduk, supaya jadi lebih bijak dalam memakai kantong berbelanja plastik, sekaligus juga menanggulangi efek negatif lingkungan karena sampah plastik di Indonesia,” katanya.

Mengenai publikasi untuk customer mulai dikerjakan di gerai-gerai ritel moderen melalui pengumuman poster, media sosial serta ajakan langsung dari kasir.

Kantong berbelanja plastik yang sekarang jadi barang dagangan itu, disebutkan Roy akan memberi peran pada negara berbentuk pajak bertambahnya nilai (PPN).

Dia meneruskan, Aprindo pun mereferensikan pemakaian kantong berbelanja plastik sesuai dengan SNI yang dikeluarkan oleh Tubuh Standar Nasional (BSN) atas referensi Pusat Standarisasi Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan, yakni kantong plastik yang sudah memiliki persyaratan gampang terurai (oxo-degradable atau bio-degradable).

“Mengubah budaya penduduk yang akrab sekali dengan kantong plastik tidak segampang mengubah telapak tangan, karena itu kita coba dengan perlahan-lahan mulai saat ini,” jelasnya.

Aprindo mengharap, kebijaksanaan kantong berbelanja plastik berbayar di ritel moderen dapat membuat penduduk lebih bijak dalam memakai kantong plastik.

Perihal ini diinginkan dibarengi oleh industri lain, dan di dukung oleh pemerintah menjadi bentuk usaha pengurangan pemakaian kantong berbelanja plastik sekali gunakan di Indonesia.

To Top