Perihal yang Jadi Pertimbangan Jokowi Mengenai Kenaikan BBM

Bisnis

Perihal yang Jadi Pertimbangan Jokowi Mengenai Kenaikan BBM

Perihal yang Jadi Pertimbangan Jokowi Mengenai Kenaikan BBM

7uplagi.com – Perihal yang Jadi Pertimbangan Jokowi Mengenai Kenaikan BBM

Perihal yang Jadi Pertimbangan Jokowi Mengenai Kenaikan BBM

Presiden Joko Widodo atau Jokowi membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
bersubsidi tipe premium. Pembatalan ini dilaksanakan kurang dari dua jam sesudah Menteri
Energi Ignatius Jonan menginformasikan kenaikan harga.

Staf Khusus Presiden sektor Ekonomi, Erani Yustika, menyampaikan keputusan pembatalan kenaikan
harga premium diambil Jokowi dengan memperhitungkan masukan publik. “Presiden senantiasa
inginkan tersedianya ketelitian dalam mengambil keputusan, termasuk menyerap aspirasi publik,”
tuturnya lewat pesan singkat, Rabu, 10 Oktober 2018.

Erani menjelaskan, Jokowi memperhitungkan tiga perihal dalam menentukan kebijakan berkenaan
harga BBM. Diantaranya, Jokowi minta Kementerian ESDM mengkalkulasi dengan jeli dinamika harga
minyak internasional, termasuk juga neraca minyak dan gas secara keseluruhan.

Diluar itu, Kementerian Keuangan disuruh mengkaji kondisi fiskal secara keseluruhan.
Harapannya, setiap kebijakan yang di keluarkan, termasuk juga harga BBM, terus dalam koridor
mengontrol kesehatan fiskal.

Perihal ke-tiga yang diperhitungkan Jokowi yaitu meyakinkan daya beli penduduk masih menjadi
prioritas dari tiap-tiap kebijakan yang diambil. “Demikian juga esensial ekonomi masih dijaga
supaya ekonomi terus bugar,” katanya.

Menteri Energi Ignatius Jonan sebelumnya mengatakan harga BBM tipe premium akan naik per ini
hari jam 18.00 WIB. “Untuk Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) harga per liter jadi Rp 7.000.
Sementara di luar Jamali jadi Rp 6.900,” tuturnya di Bali. Kenaikan itu memperhitungkan harga
salah satu referensi minyak dunia, Brent, yang telah lebih diatas US$ 80 per barrel. Harga
minyak mentah Indonesia ikut alami kenaikan.

Tidak lama, Kepala Biro Komunikasi, Pelayanan Informasi, Publik dan Kerja Sama Kementerian
ESDM Agung Pribadi menyampaikan, harga Premium batal naik atas perintah Jokowi.

“Sesuai dengan instruksi Bapak Presiden rencana kenaikan harga premium di Jamali jadi Rp 7.000
dan di luar Jamali jadi Rp 6.900, secepat-cepatnya jam 18.00 hari ini, supaya di tunda dan
dibicarakan lagi sembari menanti kesiapan PT Pertamina,” tuturnya.

 

To Top