Polda Sumsel Menyita Rumah Mewah Bandar Sabu

News

Polda Sumsel Menyita Rumah Mewah Bandar Sabu

Polda Sumsel Menyita Rumah Mewah Bandar Sabu

7uplagi.com -Polda Sumsel Menyita Rumah Mewah Bandar Sabu

Polda Sumsel Menyita Rumah Mewah Bandar Sabu

Polda Sumatera Selatan mengambil alih satu unit rumah elegan sejumlah Rp 700 juta punya narapidana bandar narkoba, Rizki (26). Rumah itu disangka hasil usaha haram kepunyaannya saat empat tahun.

Rumah tersebut terdapat di Jalan Tanjung Rawo, RT 56, RW 16, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Petugas dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel lakukan penyitaan, Rabu (13/9).

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman mengutarakan, penyitaan dikerjakan sesudah keluar surat ketetapan Pengadilan Negeri Palembang hasil dari penyidikan. Kini, Rizki tengah mendekam di Instansi Pemasyarakatan Merah Mata Palembang.
“Hari ini rumah itu kita sita atas perintah pengadilan. Karena disangka hasil penjualan narkoba,” papar Farman.

Menurutnya, rumah tersebut sejumlah Rp 700 juta. Harga nya melonjak mencolok dari Rp 300 juta sesudah diperbaiki jadi rumah elegan dua tahun lalu.

“Penyitaan untuk membuat bandar narkoba miskin, kita kenakan Tindak Pidana Pencucian Uang. Saat ini mereka menggelisahkan warga, saat ini kami yang akan menggelisahkan beberapa bandar,” katanya.

Farman memberikan, Rizki merupakan narapidana yang masih mengatur transaksi narkoba yang berkomplot dengan jaringannya. Peranan Rizki didapati polisi sesudah tangkap terduga Adiman (36) di dekat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada 2 Agustus 2018. Sesaat Rizki divonis 20 tahun penjara dan baru melakukan empat tahun waktu tahanan semenjak 2014 lalu.

“Didapati Rizki yang mengatur narkoba dari dalam lapas,” katanya.
Istri Ketua RT ditempat, Suwarni, yang jadi saksi penyitaan mengatakan, semenjak dibeli dari pemilik awal mulanya dua tahun lalu, dirinya belumlah tahu siapa pemilik rumah tersebut.

“Saya tidak tahu jika nyatanya bandar narkoba yang punyanya,” katanya.

Menurut dia, rumah itu ditempati pekerja dan seorang pesuruh. Akan tetapi, pesuruh tersebut mengakui pemilik rumah bertempat di Jakarta sehingga belumlah dapat tempati.

“Baru-baru ini tuturnya ingin ada yasinan didalam rumah itu, tetapi telah keburu diambil alih polisi,” tutupnya.

Komentar
To Top