Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Phone Sex Di Tangerang

News

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Phone Sex Di Tangerang

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Phone Sex Di Tangerang

7uplagi.com – Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Phone Sex Di Tangerang

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Phone Sex Di Tangerang

Polres Metro Tangerang berhasil membuka jaringan prostitusi online yang tawarkan jasanya melalui pesan singkat dan seks phone. Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan menjelaskan, pengungkapan usaha esek-esek melalui handphone berawal dari penyebaran short message service (SMS) yang dikerjakan pelaku pada calon korban dengan acak.

“Mereka tawarkan usaha melalui pesan singkat untuk lakukan seks by phone. Saat didalami nyatanya dapat berjumpa dan lakukan jalinan intim dengan cara langsung,” kata Harry di Mapolrestro Tangerang, Selasa (9/10).

Harry menuturkan, isi pesan singkat yang disebarkan pelaku berisi ajakan untuk lakukan seks phone dari nomer telefon premium dengan diawali angka 0809.

“Mereka sebarkan nomer itu (0809) ke semua nomer dengan acak, diantaranya nomer yang disebarkan itu yaitu nomer anggota kami Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota,” jelas Harry.

Anggota yang terima pesan acak tersebut, lalu lakukan pencarian, dengan menelpon nomer yang tercantum pada pesan sms itu.

“Berlangsung pembicaraan dewasa, saat digali lebih dalam pelaku ini ikut bersedia lakukan kesepakatan untuk berjumpa di kamar hotel,” terangnya.

Dengan prasyarat, penelpon harus juga menyetorkan beberapa uang ke rekening bank pelaku.
“Kami mentransfer uang sejumlah Rp 300 ribu menjadi penyakin untuk bertemu dan setibanya di hotel kami lakukan transaksi Rp 1 juta dan langsumg lakukan penangkapan pada wanita itu,” jelas Harry.

Dari peningkatan, petugas merasakan sarang jaringan prostitusi online tersebut yang berada di Ruko Mutiara Karawaci Blok D26, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang Selatan.

Dari sana, petugas mengamankan lima karyawan yang sedang melayani pelanggannya melalui telefon bernama Tati, Siska, Siti, dan Atin.

Dan tangkap RZ yang bekerja menjadi penebar pesan singkat melalui internet dan hanphone menggunakan satu laptop.

Karena tindakannya, beberapa pelaku disangkakan masalah 27 ayat 1 Undang-undang nomer 19 tahun 2016 mengenai Info dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara 4 Tahun.

Komentar
To Top