Polisi Tangkap 3 Sindikat Pemalsu STNK Dan BPKB

News

Polisi Tangkap 3 Sindikat Pemalsu STNK Dan BPKB

Polisi Tangkap 3 Sindikat Pemalsu STNK Dan BPKB

7uplagi.com -Polisi Tangkap 3 Sindikat Pemalsu STNK Dan BPKB

Polisi Tangkap 3 Sindikat Pemalsu STNK Dan BPKB

Deretan Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil membekuk jaringan Pemalsuan STNK dan BPKB. Ke-3 pelaku yang dibekuk yaitu Rubiyanto bin Surip (32), Sutrisno bin Surip (25), dan Supriyanto (19).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, beberapa pelaku dibekuk di Wirosari Grobogan dan Truwolu Pencol, RT 01 RW 01, Ngaringan, Kabupaten Grobongan, Jawa Tengah, dini hari.

“Modus pelaku yaitu memalsukan STNK, lewat cara cetak STNK Palsu, lalu pada STNK Palsu tersebut ditempel hologram asli yang dicopot dari STNK asli. Sedangkan BPKB palsu, lewat cara cetak halaman BPKB, lalu ditempel dengan sampul asli BPKB yang dibeli dari Internet,” kata Eko di Jakarta, Rabu (12/9).

Berkaitan urutan pengungkapan, Eko menuturkan, awalannya pada 5 Agustus 2018 lalu, Anggota Unit III Krimsus Polres Pelabuhan Tanjung Priok memperoleh info adanya penjualan STNK dan BPKB palsu melalui sosial media.

“Lalu tim lakukan undercover buy dan lakukan pemesanan, pada 10 Agustus 2018, anggota terima STNK palsu, lalu tim lakukan penyelidikan dan mendapatkan info jika pembuat STNK palsu berada tinggal di Truwolu,” tuturnya.

Sesudah itu, lanjut Eko, tim lakukan penangkapan dan berhasil mengamankan tiga orang yang disangka lakukan pemalsuan STNK dan BPKB.

“Dari tangan pelaku, kita berhasil mengamankan tanda bukti berbentuk 40 Set STNK palsu tersebut pajak palsu, 26 lembar STNK Palsu, 30 lembar surat ketentuan Pajak daerah kendaraan mobil palsu, 199 STNK tersebut Surat ketentuan pajak daerah untuk kendaraan motor yang dipalsukan. Lalu 111 Surat ketentuan Pajak daerah untuk kendaraan bermotor roda dua yang dipalsukan, 65 STNK kendaraan bermotor roda dua yang dipalsukan, tiga BPKB asli, satu BPKB palsu, dua stempel Polda Metro Jaya, satu stempel Polda Jawa Tengah, satu stempel Polres Sragen,” ujarnya.

Atas tindakannya beberapa pelaku akan dijaring Pasal 263 KUHP mengenai Pemalsuan dengan ancaman hukuman penjara sampai enam tahun.

Komentar
To Top