Nasional

Terdakwa Pembunuhan Angeline, Margriet Megawe Dituntut Hukuman Mati

7uplagi.com – Akhirnya Terdakwa kasus pembunuhan bocah kecil Angeline Margriet Megawe (Angeline), Margriet Christina Megawe kemarin, Kamis (4/2/2016) jalani proses persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU), di Pengadilan Negeri kota Denpasar, Bali.

Berdasar Pandangan Kriminolog dari Universitas Udayana Doktor Gde Made Swardhana mengatakan, Jaksa Penuntut Umum berpotensi akan menuntut hukuman maksimal kepada terdakwa yaitu hukuman mati. Pasalnya, sesuai dengan dakwaan yang diajukan oleh JPU, Margriet Megawe didakwa dengan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, dan Pasal 338 tentang pembunuhan, dan Pasal 76 C Jo 80 Ayat (3) tentang undang-undang perlindungan anak.

“Jaksa Penuntut Umum kemungkinan besar akan menuntut terdakwa hukuman mati. Selama proses persidangan di sana kan sudah terlihat jelas,” ujarnya.

Pakar Kriminolog ini menilai, terdakwa lainnya, Agus Tae Hamda May yang merupakan saksi kunci mengatakan bahwa pelaku utama yang membunuh Angeline adalah Margriet Megawe.

Swardhana menerangkan, Pasal 340 KUHP yang berbunyi ‘barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun penjara. Hal itu juga yang bisa didakwakan terhadap Margriet.

“Logikanya, di TKP lokasi kejadian hanya ada tiga orang termasuk korban. Terdakwa Agus sudah mengaku kalau dia hanya membantu menguburkan Angeline. Berati siapa di sana yang membunuh. Logikanya kan begitu, pasti orang berpikiran yang melakukan pembunuhan adalah terdakwa satunya lagi,” paparnya.

Lebih jauh Swardhana menerangkan, jika terdakwa Agus Tae mendapat hukuman 12 tahun penjara, maka terdakwa/pelaku yang lainnya akan menajani hukuman lebih berat.

“Agus sudah dituntut 12 tahun penjara, pastinya terdakwa satunya lagi kemungkinan akan lebih berat lagi,” pungkasnya.

Comments
To Top