Terjadi Kasus Prostitusi Penghuni Apartemen Center Point Bekasi Dibikin Resah

News

Terjadi Kasus Prostitusi Penghuni Apartemen Center Point Bekasi Dibikin Resah

Terjadi Kasus Prostitusi Penghuni Apartemen Center Point Bekasi Dibikin Resah

7uplagi.com – Terjadi Kasus Prostitusi Penghuni Apartemen Center Point Bekasi Dibikin Resah

Terjadi Kasus Prostitusi Penghuni Apartemen Center Point Bekasi Dibikin Resah

Beberapa penghuni apartemen Center Poin di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi cemas menyusul adanya praktek prostitusi di tempat tinggal vertikal tersebut. Mereka minta kepolisian selalu lakukan penindakan pada usaha haram itu.

“Bagus jika polisi menangkapi pelakunya, karena cukuplah menggelisahkan,” tutur Wilda, seorang penghuni di tower C saat didapati wartawan, Selasa (9/10).

Pada Sabtu malam lalu, aparat Polres Metro Bekasi Kota menggerebek beberapa kamar di tower C dan D. Polisi temukan 21 pekerja sex komersial, dan tiga orang muncikari yang belakangan sudah diputuskan menjadi terduga.
Dalam masalah itu, polisi mengambil alih belasan kondom, uang tunai Rp 4,5 juta, dan tiga telephone selular. Beberapa mucikari Mustakim, Jenio, dan Saputra dijaring dengan masalah 296 dan atau 506 KUHP dengan ancaman penjara saat empat tahun.

Wilda mengakui baru tinggal disana saat dua bulan. Wanita memiliki rambut lurus sepunggung ini tidak ingin tempat tinggalnya jadikan tempat prostitusi, karena dapat merubah citra apartemen.

“Tidak ingin disamakan dengan tempat prostitusi, karena di sini buat rumah,” tutur ia.

Seseorang agen penyewa apartemen, Esi terperanjat polisi tangkap tiga orang muncikari dan sudah sempat membawa banyak PSK dari apartemen dalam razia pada Sabtu malam lalu.

“Apartemen yang saya sewakan bukan untuk prostitusi, karena saya selektif mencari pelanggan,” katanya yang memiliki 35 unit disana.

Satpol PP Kota Bekasi menyebutkan pelaku prostitusi di Apartemen Center Poin di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan biasa beroperasi dengan online. Mereka manfaatkan harga sewa murah menggunakan sarana disana untuk melayani pelanggan.

“Harga sewa satu hari tadi malam itu tidak lebih dari Rp 500.000, langkah menyewanya sangat gampang di banding sewa hotel,” kata Kasat Pol PP Kota Bekasi, Cecep Suherlan.

Manajemen pengelola Apartemen Center Poin mengakui sudah mengetahui penggerebekan oleh polisi di tower C dan D pada akhir minggu lalu. Pengelola menyatakan seringkali memperingatkan pada agen menyewakan supaya selektif.

“Kita telah berkali-kali lakukan kordinasi pada penghuni ataupun pada beberapa agen yang menyewakan, poster atau seruan tolak prostitusi dan peredaran narkoba ikut dipasang,” kata Manajer Building Tower C dan D Apartemen Center Poin, Anida.

To Top