Via Vallen Mirip Ayu Ting Ting atau Isyana Sarasvati?

Hiburan

Via Vallen Mirip Ayu Ting Ting atau Isyana Sarasvati?

NAMA Via Vallen kini semakin berkibar di jagat hiburan tanah air. Keberhasilannya menjadi penyanyi dangdut terpoluler daalam ajang penghargaan SCTV Music Awards 2017 beberapa waktu lalu, membuktikan kapasitasnya.

Mengejutkan memang. Sebab nama-nama besar dikalahkannya dalam salah satu ajang bergengsi kalangan musik Indonesia tersebut. Untuk kategori Penyanyi Dangdut Paling Ngetop, Via mengalahkan beberapa penyanyi yang sudah lebih dulu terkenal seperti Ayu Ting Ting,  Zaskia Gotik, atau Nassar.

Keberhasilan inilah yang membuat fans Ayu Ting Ting menyerangnya dengan berbagai kata-kata yang tak elok kepada artis yang populer dengan lagu “Sayang” dan “Selingkuh” tersebut. Salah satunya adalah tudingan bahwa Via memanfaatkan wajahnya yang mirip penyanyi pop-jazz Isyana Sarasvati, juga sedikit mirip Ayu.

Menanggapi hal itu, Via tampak kalem. Dalam berbagai talkshow di televisi, dia mengatakan bahwa apa yang didapatkannya itu merupakan kebetulan. Tapi dia mengaku bersyukur karena mendapatkan rahmat dari Tuhan.

“Via sendiri nggak merasa menggeser gimana gitu. Mungkin kalau untuk pialanya sudah rezekinya Via. Kalau misal masyarakat menilai Via menggeser penyanyi A atau B itu opini mereka. Yang jelas Via niatnya kerja, karier, lurus-lurus saja,” ujar Via seperti ditulis beberapa media entertainment.

Khusus tentang para haters yang menuduhnya memanfaatkan ini dan itu, Via tak mau berkomentar banyak. Menurutnya, apa yang didapatkannya itu juga merupakan hasil dari jerih-payahnya yang memulai karir memang dari bawah.

“Saya tak punya urusan apapun dengan Ayu Ting Ting. Kami punya jalan masing-masing. Saya tak peduli dengan apa yang dikatakan para penggemarnya,” jelas gadis kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut.

Meski begitu, Via juga memuji sosok Ayu yang berstatus single parent namun tetap tegar karena bisa mengurus anak seorang diri. Apalagi belakangan Ayu kerap diterpa gosip miring, tapi tetap kuat menghadapinya.

“Lepas dari gosip dia, kalau via melihat dia sebagai single parent, dia sosok yang tegar,” tandasnya.

Soal kemiripannya dengan Isyana, Via mengatakan, itu juga karena faktor kebetulan. Menurutnya, dalam dunia hiburan, apapun bisa terjadi.

“Kalau orang menganggap saya mirip Isyana, sebenarnya Isyana yang mirip Via. Via kan lahir lebih dulu,” katanya menjawab pertanyaan Dedy Corbuzer dalam acara Hitam Putih, sambil bercanda.

Membangun Karir dari Bawah

Via terlahir dengan nama Maulidia Octavia di Sidoarjo, 1 Oktober 1990. Dia telah memulai karier di dunia menyanyi sejak umur 15 tahun. Sejak kecil, ayahnya yang seorang gitaris di sebuah grup musik dangdut, memang menginginkan sang anak menjadi penyanyi dangdut.

Bersama beberapa temannya, Via mendirikan sebuah grup musik Wildboy Syndicate. Namun tak lama kemudian dia keluar dan memilih bersolo karir. Namanya kemudian mulai berkibar sejak mengeluarkan sebuah single “Selingkuh” (2015) yang dikeluarkan oleh label Ascada Musik. Hingga kini, single tersebut ditonton oleh hampir 15 juta orang di YouTube.

Sejak itu, lagu-lagunya mendapatkan tempat di kalangan pecinta musik Indonesia. Bukan hanya penggemar dangdut, tetapi juga genre lainnya. Sebab, genre dangdut kreatif yang dipilihnya membuat musik yang ditawarkannya sangat cair. Aransemen lagu-lagu Via adalah campuran dari dangdut, pop, remix, bahkan regge dan rap.

Setelah suksesnya “Selingkuh”, Via kemudian mengeluarkan beberapa single lain seperti “Secawan Madu” (2016), “Sakit Sakit Hatiku” (2016), “Sayang” (2017), “Baper” (2017), “5 Centi”  (2017), “Lepas Tanpa Kata” (2017), “Makan di Luar” (2017), atau “Peternak Luka” (2017). Belakangan, album perdanannya The Names (2016) juga melejit. Itulah yang kemudian mendongkraknya ke tangga popularitas.

Khusus untuk lagu “Sayang” yang merupakan adaptasi dari lagu Jepang berjudul “Mirai e” yang dinyanyikan oleh Kiroro, Via banyak dituding melakukan plagiat. Di akun Istagram miliknya, banyak yang menghujatnya.

Via mengakui bahwa lagu itu memang adaptasi, tetapi isi liriknya berbeda. “Mirai e” (“Menuju Masa Depan”), liriknya tentang seorang gadis yang rindu kasih sayang sang ibu yang selalu mendukungnya dalam hal apapun.

Lagu “Sayang” liriknya tentang seseorang yang tak bisa melupakan kekasih yang telah meninggalkannya dan berharap mereka akan bersatu kembali. Lagu ini berbahasa Jawa Timuran, dan sedang hit saat ini.

“Via tak menyangkal soal itu (adaptasi, red). Semua tergantung masyarakat. Lagi pula, liriknya kan berbeda,” jelas Via di acara Hitam Putih.

Di luar segala kontroversial itu, fenomena ketenaran Via Vallen  yang memilih jalur dandut tanpa mengumbar goyang yang aneh-aneh atau gaya yang macam-macam, patut diapresiasi dunia musik tanah air. Keberhasilannya “mengalahkan” para seniornya itu adalah jawaban bahwa masyarakat memberi apresiasi kepadanya.

Kita tunggu kiprah selanjutnya dari Isyana, eh, Via Vallen dalam ikut meramaikan jagad musik tanah air.

To Top