Nasional

Dua pendaki Cirebon hilang di Gunung Semeru

[ad_1]

Lumajang, Jawa Timur (7uplagi.com) – Dua pendaki asal Cirebon — Supriyadi (26) dan Zirli Gita Ayu Safitri (16)– yang hilang di puncak Gunung Semeru yang berketinggian 3.676 meter dari permukaan laut, belum ditemukan hingga hari ini.

“Pencarian masih terus dilakukan dan hingga hari ini belum ada tanda-tanda ditemukan. Dua pendaki ini nekat naik ke puncak Semeru (Mahameru),” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Lumajang Purwanto di Lumajang.

Kedua orang itu berasal dari rombongan yang terdiri dari enam orang yang diketuai Sukron. Mereka berangkat dari Ranu Pani di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa lalu menuju Ranu Kumbolo.

Rabu, rombongan berangkat dari Ranu Kumbolo ke Pos Kalimati untuk selanjutnya ke Mahameru keesokan harinya.

Kemudian sampai batas vegetasi, dua orang turun ke Kalimati karena sakit dan empat orang melanjutkan perjalanan ke puncak. Pada pukul 08.00 WIB tiba di Watugedhe dan kemudian beristirahat.

Kedua orang melanjutkan perjalanan ke puncak Semeru, namun kabarnya mereka tidak kuat mendaki ke Mahameru dan memutuskan untuk turun.

“Ketua rombongan awalnya menunggu di Watugedhe, namun dua orang tersebut juga tidak turun hingga mereka turun ke Kalimati dan melaporkan kepada komunitas Sahabat Volunter Semeru (saver) tentang hilangnya dua kawannya itu,” kata Purwanto.

Hilangnya dua pendaki ini dilaporkan secara resmi kepada petugas di Pos TNBTS wilayah Ranu Pani pada Jumat (20/5). Saat itu juga saver bernama Sukaryo melakukan pencarian ke Mahameru, namun tidak berhasil menemukan mereka.

“Pencarian SAR secara terbuka dilakukan sejak Sabtu (21/5) dengan melibatkan enam orang anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Lumajang, 20 personel TNBTS, enam anggota SAR, enam orang porter, masyarakat sekitar, dan bantuan tujuh personel dari Basarnas Jember,” kata Purwanto.

Untuk memudahkan proses pencarian, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup jalur pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa itu sejak kemarin pukul 20.00 WIB.

Sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), batas pendakian jalur pendakian Gunung Semeru hanya sampai  Kalimati seiring dengan statusnya yang masih waspada.

Para pendaki sudah menandatangani surat pernyataan di atas materai untuk mendaki hanya sampai Kalimati.

Jalur pendakian ke Semeru dibuka sejak 1 Mei 2016.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2016

[ad_2]

Comments
To Top