News

Kasus Petinggi Lippo Group yang Kedua Kalinya

Kasus Petinggi Lippo Group yang Kedua Kalinya

7uplagi.com – Kasus Petinggi Lippo Group yang Kedua Kalinya

Kasus Petinggi Lippo Group yang Kedua Kalinya

Perkara dugaan suap proyek Meikarta adalah perkara ke dua yang membuat Direktur Operasional
Lippo Group, Billy Sindoro, harus bertemu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK
mengatakan awal mulanya Billy sempat divonis bersalah dalam perkara suap pada anggota Komisi
Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang diatasi KPK.

“Salah satu pihak yang diduga menjadi pelaku dalam perkara ini ialah seseorang yang sempat
dijatuhi vonis bersalah dalam perkara suap pada anggota KPPU, perkara di KPK juga,” kata Wakil
Ketua KPK Laode M. Syarif di kantornya, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018.

Billy Sindoro sempat diganjar hukuman tiga tahun penjara dalam perkara suap pada anggota KPPU
M. Iqbal pada 2009. Billy sebagai Eksekutif Lippo Grup yang mewakili kebutuhan PT First Media
dinyatakan dapat dibuktikan menyogok Iqbal sejumlah Rp 500 juta supaya memasukan klausul
injunction dalam putusan KPPU berkaitan dengan hak siar Barclays Premiere League.

Sembilan tahun masalah itu berlalu, Billy kembali harus bertemu dengan KPK untuk perkara yang
berlainan. KPK memutuskan Billy jadi salah satu dari sembilan tersangka kasus dugaan suap
pengurusan izin Meikarta.

KPK menduga Billy bersama dengan konsultan Lippo Group Taryudi serta Fitra Djaja Purnama dan
pegawai Lippo Group Henry Jasmen menyogok Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin serta empat
petinggi di Pemerintahan Kabupaten Bekasi. Suap itu diduga berkaitan pengurusan perizinan
proyek Meikarta yang dikerjakan perusahaannya.

KPK menyangka keseluruhan komitmen fee dalam kasus suap pengurusan izin proyek Meikarta
sejumlah Rp 13 miliar. Sementara, pemberian uang yang sudah terealisasi sejumlah Rp 7 miliar.

 

Comments
To Top