Nasional

Komisi III Usulkan Penempatan Pos BNN di Lapas

[ad_1]

7uplagi.com – Kasus kebakaran LP Banceuy, Bandung, Jawa Barat harus disikapi serius secara nasional. Harus dicatat ini adalah kasus kedua dalam dua bulan berturut-turut setelah akhir Maret lalu LP Bengkulu juga terbakar. Harus disadari bahwa kasus tersebut hanya merupakan fenomena puncak gunung es. Jika lambat diantisipasi hal serupa bisa kembali terjadi di LP lain.

Anggota Komisi III DPR RI, Dasco Sufmi Ahmad, berulangkali diingatkan bahwa yang terpenting saat ini adalah penambahan jumlah pegawai di LP agar bisa melakukan pengawasan dan pengamanan lebih baik terhadap warga binaan. Rasio 1 pegawai mengawasi 55 warga binaan seperti saat ini tentu tidak cukup.

“Saat ini kondisi LP kita harus dinyatakan dalam keadaan darurat. Artinya tiap saat bisa saja timbul kejadian yang membahayakan. Untuk jangka pendek, kami mengusulkan dua hal untuk segera dilakukan oleh pemerintah,” kata Dasco di Jakarta, Minggu (24/04/2016).

Yang pertama, segera realisasikan penambahan 11.000 pegawai LP yang sudah disetujui oleh Menpan RB Yudhi Chrisnandi. Jika perlu jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 19.000 pegawai sebagaimana rekomendasi awal dari Kemenkum HAM. 

“Khusus untuk rekrutmen pegawai LP, tidak bisa digunakan pendekatan efisiensi saja, sebab jika kasus kebakaran terus terjadi justru kerugian bagi negara bisa berpuluh kali lipat,” ujarnya.

Yang kedua, harus ada MoU antara Kemenkumham dengan BNN untuk menempatkan personil BNN yg bisa juga melibatkan BN Provinsi di tiap LP. Hal ini penting karena petugas BNN memiliki kemampuan lebih untuk mengantisipasi dan menindak peredaran narkoba di dalam LP. 

“Jika diperlukan dalam tiap LP ada semacam Pos BNN yang siaga 24 jam yg juga dilengkapi peralatan untuk mendeteksi HP dan bahan narkoba yg digunakan napi untuk mengatur transaksi didalam maupun Luar LP,” sebut politisi Partai Gerindra.

[ad_2]

Comments
To Top