Nasional

Lihai Kecoh Aparat, Buronan Kakap BLBI Gunakan 5 Paspor

[ad_1]

Kepala BIN Sutiyoso (kiri) bersama terpidana penggelapan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Samadikun Hartono (tengah) sesaatnya tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/4) malam. Foto: Antara.

7uplagi.com – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengungkapkan buronan koruptor BLBI, Samadikun Hartono yang ditangkap di Shanghai, China, memiliki lima paspor guna mengelabui pengejaran aparat Indonesia.

“Dia punya lima paspor diantaranya Gambia dan Dominika,” katanya seusai kedatangan Samadikun Hartono di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, Kamis (21/4/2016) malam.

Ia menyebutkan untuk paspor Gambia, Samadikun bernama Tan Cimi Abraham.

Sewaktu Samadikun Hartono ditangkap oleh aparat China, ia menggunakan paspor Gambia itu. “Tan Cimi Abraham, namanya dalam paspor Gambia,” katanya.

Persoalan menggunakan paspor negara lain, kata dia, menjadi salah satu kesulitan timnya melakukan pengejaran terhadap buronan terpidana tindak pidana korupsi yang sudah divonis itu.

Sementara itu di lokasi yang sama, Kejaksaan Agung menyatakan akan mengeksekusi aset milik pengemplang dana BLBI Samadikun Hartono sebagai pengganti kerugian negara sebesar Rp169,4 miliar.

“Itu kan sesuai putusan pengadilan,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Bandara Halim Perdana Kusuma, Kamis (21/4) malam.

Pernyataan Jaksa Agung itu berbeda dengan putusan MA yang menyatakan Samadikun harus bertanggung jawab atas kerugian negara Rp11,9 miliar dari keseluruhan Rp169,4 miliar.

Saat itu, Samadikun selaku pemilik Bank Modern divonis empat tahun penjara sedangkan di tingkat pertama divonis bebas. Namun Samadikun melarikan diri hingga ditangkap otoritas Shanghai China pada 14 April 2016.

Jaksa Agung juga tidak mau berandai-andai antara kurs dolar saat Samadikun divonis bersalah pada 2003 dengan tahun sekarang. “Tapi putusannya sekian kan, kita tidak mungkin mengubah putusannya,” tegasnya.

[ad_2]

Comments
To Top