Indonesia Hebat

Meningkatkan Keamanan Setelah Konsulat Australia di Surabaya Mendapat Ancaman

Meningkatkan Keamanan Setelah Konsulat Australia di Surabaya Mendapat Ancaman

7uplagi.com – Meningkatkan Keamanan Setelah Konsulat Australia di Surabaya Mendapat Ancaman

Meningkatkan Keamanan Setelah Konsulat Australia di Surabaya Mendapat Ancaman

Konsulat Australia di kota Surabaya tingkatkan beberapa langkah keamanan sesudah suatu posting sosial media menekan militan untuk “membunuh” salah satunya diplomatnya disana.

Kecemasan itu muncul cuma beberapa minggu sesudah Australia buka konsulat di kota paling besar kedua di Indonesia itu.

Pada bulan Mei, grup Negara Islam mengklaim bertanggungjawab sesudah Indonesia alami kekerasan militan terburuk dalam lebih dari satu dekade, saat rangkaian pengeboman bunuh diri di Surabaya menewaskan seputar 30 orang, termasuk juga beberapa aktor.

Di hari Kamis, Departemen Luar Negeri Australia memperbarui peringatan perjalanan, mengutamakan staf konsulat di Surabaya tidak akan menghadiri acara di Kampus Airlangga Surabaya “karena meningkatnya permasalahan keamanan”.

Dua sumber keamanan di Indonesia, yang tidak mau dijelaskan namanya, mengatakan ancaman itu datang dari suatu posting sosial media yang menekan orang Indonesia di Surabaya serta Propinsi Jawa Timur untuk “membunuh petinggi Australia”.

Pesan itu berkaitan dengan photo yang mengiklankan suatu tempat di kampus untuk alumni Australia yang diskedulkan akan di hadiri oleh petinggi konsulat.

“Australia ialah anggota konsolidasi internasional menantang Negara Islam yang menaklukkan beberapa ribu Muslim. Membalas tumpahnya darah golongan Muslim,” kata pesan itu, yang diverifikasi oleh beberapa petinggi menjadi sumber kecemasan.

Satu sumber keamanan di Indonesia mengatakan posting di aplikasi Telegram, yang lalu menebar ke basis sosial media yang lain, nampaknya datang dari Belanda.

Sumber itu mengatakan tidak ada bukti mengenai “ada orang ditempat menyikapi pesan ini”.

Semenjak serangan bunuh diri di kota itu tiga bulan lalu , polisi sudah meredam hampir 250 orang yang diduga menjadi militan serta menewaskan 21 orang yang lain pada sebuah penumpasan nasional.

Indonesia sudah bergulat dengan militansi Islamis saat hampir dua dekade, serta pada 2004 suatu serangan bom di kedutaan Australia di Jakarta menewaskan 10 orang Indonesia serta melukai lebih dari 100 orang.

Untuk mengamankan Asian Games, yang sekarang ini tengah berjalan di Jakarta serta Palembang, pihak berwenang mengerahkan 100.000 militer serta polisi.

Ancaman di sosial media, maupun peringatan Australia, tidak mengatakan Asian Games ialah tujuan.

Walau demikian, penasihat mengatakan Pemerintah Australia selalu “terima info yang memberikan indikasi teroris mungkin saja merencanakan serangan di Indonesia”.

Tingkat peringatan Australia tidak beralih, mengingatkan wisatawan untuk “waspada tingkat tinggi” di Indonesia.

Comments
To Top