Nasional

Mentan, Kapolda Metro Jaya sidak beras ilegal Vietnam di gudang PIK

[ad_1]

Jakarta (7uplagi.com) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian melakukan inspeksi mendadak (sidak) beras ilegal yang diduga berasal dari Vietnam di pergudangan di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Selasa.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan tindak kejahatan itu terungkap atas informasi yang disampaikan Mentan Amran kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

“Intinya bahwa diduga ada beras yang masuk dari luar negeri. Katakanlah ilegal ya,” katanya ditemui di kawasan pergudangan Elang Laut, Pantai Indah Kapuk.

Melalui informasi tersebut, pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan sejak 4 Maret lalu.

Dari penelusuran lebih lanjut, sebanyak lima orang telah diperiksa. Begitu pula pemilik gudang telah diidentifikasi dan tengah dalam perburuan polisi.

“Kita sudah mengetahui siapa yang memiliki (beras ilegal), sedang kita kejar dan kita kembangkan,” ujarnya.

Irjen Tito menambahkan, dalam sidak tersebut, didapati sebanyak 345 ton beras ilegal ditumpuk dengan karung-karung putih dan sebagian telah dikemas dalam berbagai merek.

“Ini merugikan masyarakat karena masyarakat dapat beras berkualitas lebih rendah. Ini kan diberikan label seolah dari pabrik tertentu, perusahaan tertentu. Padahal tidak. Kita lihat tadi di situ sudah dikarung-karungi dengan merek tertentu. Padahal aslinya bukan,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang ada terkait beras ilegal tersebut.

“Akan kami kembangkan dari dokumennya, apakah masuk melalui jalur resmi atau jalur non resmi. Kalau jalur non resmi, otomatis kita akan kembangkan (pemeriksaan) jaringannya. Kalau jalurnya resmi, apa mungkin menggunakan surat-surat palsu,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran mengapresiasi kinerja kepolisian atas pengungkapan masuknya beras ilegal ke Indonesia.

“Terima kasih Pak Kapolda. Importasi ilegal ini sangat mengganggu produksi, apalagi saat ini memasuki puncak panen,” katanya.

Amran mengatakan, jika sampai beras ilegal itu beredar, dipastikan akan sangat merugikan petani dan masyarakat.

Pasalnya, menurut dia, saat ini harga beras di tingkat petani sudah turun 20 persen hingga 30 persen.

“Beras ilegal ini akan memperburuk harga, menekan harga di tingkat petani. Bisa saja masih ada yang lainnya. Semoga bisa terungkap semua jaringannya,” pungkas Amran.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2016

[ad_2]

Comments
To Top
bandar bola online