Nasional

Menteri Agama Bakal Mensukseskan Program Makkah Route 2019

Menteri Agama Bakal Mensukseskan Program Makkah Route 2019
Menteri Agama Bakal Mensukseskan Program Makkah Route 2019

7uplagi.com – Pemerintah Arab Saudi mengharap, Indonesia ikut bertindak mensukseskan program Makkah Route 2019.

Ini dikatakan Wakil Dirjen Imigrasi Kerajaan Arab Saudi, Khaled Al Aloteibi, waktu berjumpa Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kementerian Agama, di Jakarta, Senin petang, 8 April 2019.

“Kami mengatakan terima kasih pada Pemerintah Indonesia, yang sudah mensukseskan program Makkah Route pada tahun lalu. Kami mengharap, sukses yang sama terulang lagi di tahun 2019,” jelas Khaled Al Aloteibi dikutip situs Kemenag.go.id.

Makkah Route adalah program yang di luncurkan oleh Pemerintah Arab Saudi, dalam rencana memberi keringanan pada calon jemaah haji.

Program Makkah Route mencakup service penerbitan visa, penyelesaian bea cukai, serta mekanisme paspor, pastikan kepatuhan dengan kriteria kesehatan, dan menyortir bagasi sesuai transportasi serta penataan fasilitas saat di Arab Saudi.

Kebijaksanaan ini tidak cuma memudahkan jemaah haji untuk lakukan proses kehadiran ke Arab Saudi, tetapi pula memudahkan jemaah untuk langsung ke arah penginapan setibanya di Arab Saudi tanpa ada waktu penantian yang panjang.

“Ini ialah pertemuan kelanjutan, untuk memberikan keringanan buat jemaah haji Indonesia. Ada banyak catatan kami, untuk dapat disinergikan dengan Pemerintah Indonesia, untuk mendukung kesuksesan penyelenggaran beribadah haji tahun 2019,” katanya.

Khaled Al Aloteibi mengharap, Pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan agenda keberangkatan yang jelas saat 24 jam, untuk mempermudah petugas Arab Saudi, yang kerja di Indonesia memantau dengan detil.

“Ada pula perihal lain yang butuh dipenuhi, yaitu visa petugas Arab Saudi, dalam rencana menjalankan pekerjaannya dengan baik saat di Indonesia. Pada tahun lalu, kami merasakan kesukaran akses petugas kami di bandara di Indonesia serta kami mengharap, terdapatnya dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia atas kelancaran petugas kami dalam menjalankan pekerjaan,” katanya.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengemukakan kesiapannya untuk lakukan pengaturan dengan otoritas berkuasa, seperti Kemenlu, Imigrasi ataupun Angkasa Pura, untuk memfasilitasi pekerjaan Pemerintah Arab Saudi.

“Seperti terdapatnya terminal khusus, ruangan khusus pemungutan visa, biometrik, termasuk juga keringanan visa yang perlu disediakan oleh petugas Saudi Arabia di beberapa bandara serta embarkasi,” kata Menag.

Menag akui bersukur dengan aplikasi kebijaksanaan itu. Untuk percepat proses kehadiran jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, semenjak tahun 2018 lalu proses rekam biometrik jemaah haji mulai dikerjakan di Indonesia.

“Jika tahun lalu jemaah haji yang pergi dari Jakarta saja yang dapat nikmati sarana fast trek, kami mengharap tahun ini jemaah haji kita dapat rasakan keringanan itu di beberapa bandara,” berharap Menag.

Dia mengharap tahun 2019 ada penambahan berkaitan penambahan kualitas service jemaah haji Indonesia untuk dapat memperoleh keringanan dibandingkan tahun awal mulanya.

Selain itu, berkaitan dengan rekam biometrik calon jemaah haji, Menag minta Pemerintah Arab Saudi bisa meningkatkan personil untuk lakukan proses itu. Sekaligus juga menyiapkan service rekam biometrik mobile untuk wilayah-wilayah di Indonesia yang susah dapat dijangkau.

Seperti di Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Papua, NTT serta Sulawesi Barat, yang butuh dilayani oleh biometrik yang sifatnya mobile.

Ada dalam pertemuan itu, Wakil Menteri Haji serta Umroh Kerajaan Arab Saudi, Hussein Al Sharif bersama jajarannya. Terlihat ada mengikuti Menag Dirjen Penyelenggaraan Haji serta Umrah Nizar Ali serta jajarannya, perwakilan Ditjen Imigrasi, Kemenlu, serta perwakilan kementerian/instansi berkaitan lainnya.

Comments
To Top