Nasional

Pembebasan Sandera Berlarut-larut, DPR Kritik Pemerintah Lembek

[ad_1]

7uplagi.com – Anggota Komisi III DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah terus bekerja keras bernegosiasi dengan Filipina agar bisa ikut terlibat dalam pembebasan 10 WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Seperti diketahui, hingga saat ini pemerintah Filipina masih menolak campur tangan pemerintah Indonesia terkait pembebasan WNI.

“Pemerinatah kurang keras. Harus terus terus berusaha supaya Filipina menerima kerja sama bantuan indonesia. Memang konstrusi melarang tapi bisa dinegosiasi,” kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/4/2016).

Selain itu, lanjut dia, wilayah tempat 10 WNI disandera secara de facto sudah dikuasai kelompok Abu Sayyaf. Karenaya, Filipina harus membuka ruang kerja sama agar militer Indonesia bisa masuk dan membebaskan WNI yang disandera.

“Daerah Abu Sayyaf itu daerah tidak bertuan, secara de facto itu teroris menduduki, apa salahnya kerja sama dan ambil,” kata Dasco.

Ia menegaskan, pemerintah Indonesia harus lebih berani mengambil sikap terkait WNI yang disandera sebab tenggat waktu pembebasan sudah berakhir.

“Kalau kita lembek WN kita kasihan,” katanya.

[ad_2]

Comments
To Top
bandar bola online