News

Percaya Lipat Gandakan Uang Seorang Warga Di Malang Kena Tipu

Percaya Lipat Gandakan Uang Seorang Warga Di Malang Kena Tipu

7uplagi.com – Percaya Lipat Gandakan Uang Seorang Warga Di Malang Kena Tipu

Percaya Lipat Gandakan Uang Seorang Warga Di Malang Kena Tipu

Amar alias Asep (54) warga Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung memperdayai korbannya, dengan mengakui menjadi keturunan wali. Terduga mengakui dapat melipatgandakan uang melalui satu proses ritual yang mesti ditempuh korban.

Korbannya adalah Muslih (55) warga Kabupaten Malang, Jawa Timur. Alih-alih ingin mempunyai uang miliaran rupiah, malah kehilangan uang Rp 200 juta yang dibawa lari pelaku.

“Pelaku mengakui menjadi keturunan wali yang dapat menggandakan uang dengan gaib, dapat ambil perhiasan harta karun,” kata Ipda Eka Yuliandri Aska, Kasubbag Humas Polres Malang, Minggu (9/9).

Korban disuruh menyediakan keperluan ritual, mahar dan tebusan beberapa uang, dengan janji dapat melipatgandakan hartanya jadi miliaran rupiah. Belakangan korban baru mengerti jika sudah jadi korban penipuan.

Kata Aska, korban berteman dengan Amar dalam rentang 2017 sampai 2018. Saat perjumpaan, korban mengakui memperoleh serangkain narasi bohong dari pelaku. Narasi itu dikatakan untuk memberikan keyakinan korbannya supaya yakin dan ingin menggadakan uangnya dengan gaib melalui pelaku.

Untuk memberikan keyakinan korban, satu tipu daya ritual ditunjukkan oleh pelaku perhiasan emas yang sebetulnya palsu. Korban juga makin tergiur dan meyakini untuk menggandakan uangnya.

“Korban sadar terperdaya saat waktu ritual yang dijajikan datang,” tuturnya.

Waktu itu saatnya akan di buka perhisan dalam kotak kayu dan koper yang dikatakan akan berisi uang miliaran rupiah. Beberapa barang tersebut dijanjikan dapat di buka sama dengan tanggal dan waktu yang diputuskan.

“Tapi pelaku menghilang, pada akhirnya korban buka sendiri. Nyatanya dalamnya potongan kertas, amplop kosong dan minuman paket dan perhisan emas berbahan imitasi atau palsu,” tuturnya.

Polisi berhasil tangkap terduga tersebut beberapa tanda bukti yang digunakan untuk proses ritual salah satunya duparatus, 17 botol wangi-wangian beberapa merk, botol kemenyan.
Tidak hanya itu juga diambil alih tasbih besar, sabuk kulit, pakaian koko, kopyah hitam, pisau komando warna kuning emas.

Polisi juga mengambil alih 148 perhiasan emas mitasi, 12 buah patung warna kuning emas, satu botol yang dikatakan beriisi perhisan emas tapi berisi batu.

Diambil alih juga 7 kotak kardus dikatakan berisi uang tapi nyatanya berisi potongan kertas, amplop kosong, beras, minuman paket gelas.

Barang berbentuk tas koper, kotak kayu, tas hitam juga jadikan tanda bukti. Barang tersebut dikatakan menjadi sumber uang yang tidak habis diambil 7 keturunan.

Comments
To Top