News

Polisi Sebut Motif Pengibaran Bendera Hitam Di Poso Karena Solidaritas

Polisi Sebut Motif Pengibaran Bendera Hitam Di Poso Karena Solidaritas

7uplagi.com – Polisi Sebut Motif Pengibaran Bendera Hitam Di Poso Karena Solidaritas

Polisi Sebut Motif Pengibaran Bendera Hitam Di Poso Karena Solidaritas

Polisi sudah mengidentifikasi motif peserta tindakan bela tauhid turunkan bendera merah putih ditukar dengan bendera hitam di kantor DPRD Poso. Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan motif dari penurunan bendera itu cuma solidaritas dari serangkaian tindakan sama di sejumlah daerah.

“Motifnya sesaat cuma perasaan partisipan dan solidaritas,” kata Dedi saat di konfirmasi, Minggu (28/10).

Sampai sat ini, polisi masih lakukan penyidikan berkaitan masalah penurunan bendera merah putih dan menggantinya dengan bendera hitam.

“Team dari Polda Sulteng dan Polres Poso sedang memahami dengan kerjakan penyidikan dengan mendalam untuk membuat jelas peristiwa tersebut,” pungkasnya.

Awal mulanya diberitakan, tindakan bela tauhid yang digelar di muka kantor DPRD Poso sudah sempat diwarnai pergantian bendera, Jumat (26/10). beberapa peserta turunkan bendera merah putih yang ada di kompleks DPRD, dan menggantinya dengan bendera warna hitam.

“Pada saat pekerjaan penyampaian orasi di kantor DPRD poso, salah seorang peserta tindakan dengan spontan tiada sepengetahuan aparat yang pengamanan, mereka turunkan bendera merah putih dan ganti dengan bendera kain hitam bertuliskan Lailahaillallah,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo pada wartawan, Sabtu (27/10).

Massa tindakan bela bendera Tauhid awalannya berjalan dari Masjid Baiturrahman dan selesai di kantor DPRD Kabupaten Poso. Tidak hanya di DPRD, massa ikut menempatkan bendera hitam di lapangan Sintuwu Maroso.

“Akan tetapi tiang bendera di Lapangan Sintuwu Maroso tidak adanya bendera merah putih yang sedang berkibar,” sambungnya.

Beberapa waktu sesudah massa mengibarkan bendera hitam di DPRD, polisi yang mengamankan tindakan memberikan laporan pada Kapolres Poso yang saat itu ada di tempat.

“Lalu Kapolres Poso langsung mengingatkan tokoh warga yang turut orasi, jika penurunan bendera merah putih dan ditukar dengan bendera kain hitam yang bertuliskan lailahaillallah itu tidak dapat dan tidak bisa,” jelas Dedi.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto lalu memerintah massa untuk kembali mengibarkan bendera merah putih. “Berlalu sesaat lalu bendera kain hitam yang bertuliskan Lailahaillallah langsung diturunkan oleh peserta tindakan, dan lalu dinaikkan kembali bendera merah putih,” tutur Dedi.

Tindakan bela tauhid selesai pukul 14.50 WITA. Massa lalu membubarkan diri. Situasi di Poso juga aman.

Comments
To Top