Nasional

Pramuka madrasah hasilkan Deklarasi Cinta Bahari

[ad_1]

Maluku Tengah (7uplagi.com) – Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) II yang dilaksanakan di Pantai Liang Maluku sejak 24 Mei lalu ditutup oleh Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli pada Jumat (28/5) malam.

Sebagai Perkemahan Pramuka tingkat Nasional pertama yang diadakan di pantai, PPMN telah mengasilkan Deklarasi Pramuka Madrasah Cinta Bahari yang dibacakan para pramuka madrasah pada malam penutupan.

Menurut Direktur Pendidikan Madrasah M Nur Kholis Setiawan, deklarasi ini dipekikkan para siswa sebagai wujud perhatian Pramuka Madrasah terhadap kelestarian potensi bahari. Hal ini juga sejalan dengan salah satu darma dari Dasadarma Pramuka, yaitu: “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”.

“Mencintai alam berarti ikut menjaga kelestariannya termasuk kelestarian laut. Terlebih Indonesia merupakan negara yang 2/3 wilayahnya adalah lautan. Dengan mencintai bahari, berarti mencintai Indonesia,” terangnya.

Deklarasi ini diucapkan oleh lebih dari 800 peserta pramuka madrasah dengan dipimpin oleh siswa madrasah dari kontingen Provinsi Lampung. Berikut petikan teks deklarasi pramuka madrasah cinta bahari:

Bismillahirrahmanirrahim, kami pramuka madrasah Indonesia dengan penuh kesadaran bertekad untuk mencintai bahari beserta segenap potensinya sebagai bagian dari keniscayaan sejarah bangsa dan kejayaan Nusantara”

Deklarasi ini ditandatangani oleh perwakilan dari kontingen Provinsi Bengkulu, Maluku, dan Papua tertanggal 27 Mei 2016. Sebagai saksi pembacaan komitmen pramuka madrasah dalam cinta bahari ini, Rizal Ramli, M Nur Kholis Setiawan, Gubernur Maluku Said Assegaf, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Faisal yang semuanya juga ikut menandatangani deklarasi tersebut.

Menutup PPMN II, Rizal berpesan bahwa pramuka harus cinta lingkungan. Menurutnya, Indonesia ke depan harus menjadi bangsa maritim yang kuat, apalagi bangsa ini memiliki sejarah hebat di laut karena kekuatan maritimnya disegani dunia. “Bangsa yang dapat menguasai laut, maka akan menguasai dunia,” tandasnya.

“Saya bangga ketika mendengar adik-adik pramuka madrasah melakukan pelepasan tukik (anak penyu) yang menjadi catatan Rekor Muri, karena ini bagian dari menjaga kelestarian lingkuangan,” pekiknya disambut tepuk tangan hadirin.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

[ad_2]

Comments
To Top